Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 23.24 WIB

Wamen Nezar Dorong Indonesia Dalami Titik Strategis di Rantai Industri AI Global

Wamen Komdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi) - Image

Wamen Komdigi Nezar Patria. (Dok. Komdigi)

JawaPos.com - Indonesia dinilai perlu mengubah posisi dari sekadar pasar pengguna kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) menjadi bagian dari rantai industri teknologi tersebut. Pemerintah melihat ada sejumlah celah strategis yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan industri AI dunia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan peluang tersebut salah satunya terbuka melalui industri semikonduktor. Indonesia memiliki berbagai sumber daya yang dibutuhkan dalam rantai produksi semikonduktor, tetapi tantangannya adalah membangun kemampuan pengolahan agar komoditas tersebut tidak berhenti sebagai bahan mentah.

“Ini saatnya kolaborasi harus dilakukan untuk menciptakan ekosistem yang end-to-end,” ujar Wamen Nezar dalam Deloitte Indonesia Townhall di Jakarta Selatan, Jumat (11/9).

Menurut Nezar, ekosistem AI memiliki rantai industri yang jauh lebih panjang dibandingkan sekadar teknologi atau aplikasi yang digunakan oleh masyarakat. Di dalamnya terdapat berbagai kebutuhan, mulai dari energi dan air, pusat data serta compute power, semikonduktor, platform, hingga aplikasi.

Rantai tersebut sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran pada lapisan yang memiliki nilai strategis. Salah satunya adalah menyediakan dan mengolah material yang dibutuhkan dalam industri semikonduktor.

“Yang namanya semikonduktor itu membutuhkan begitu banyak material, termasuk juga critical mineral. Nah, kita punya banyak di Indonesia yang akan menyumbang untuk pembuatan semikonduktor,” katanya.

Nezar menyebut sejumlah sumber daya yang dimiliki Indonesia, di antaranya nikel, pasir silika, timah, tembaga, dan emas. Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi modal untuk membangun posisi Indonesia dalam rantai pasok industri teknologi.

Namun, keberadaan bahan baku saja dinilai belum cukup. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan pengolahan sehingga sumber daya tersebut dapat berubah menjadi material yang memiliki nilai lebih tinggi dan dibutuhkan dalam industri semikonduktor.

“Pasir silika kita 7,8 miliar ton menurut data ESDM. Tetapi tidak ada yang mengolahnya menjadi silicone wafer yang dibutuhkan untuk membuat semikonduktor,” ujarnya.

Kemampuan mengolah material strategis tersebut, lanjut Nezar, dapat menjadi jalan bagi Indonesia untuk mengamankan titik tertentu dalam rantai produksi global. Ia menggunakan istilah choke point untuk menggambarkan posisi strategis tersebut.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore