
Ilustrasi kebocoran data (Dok SSL Store).
JawaPos.com - Risiko kebocoran data perusahaan di Indonesia kini tidak hanya berkaitan dengan serangan siber dari luar. Akses dan penyalahgunaan data sensitif dari lingkungan internal juga menjadi perhatian, terutama ketika perusahaan dituntut memenuhi ketentuan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap solusi yang mampu membantu perusahaan memantau, mengendalikan, dan melindungi data korporasi. Persoalan ini menjadi salah satu pembahasan dalam agenda SearchInform di Jakarta yang mempertemukan pelaku industri keamanan siber, mitra teknologi, integrator sistem, penyedia managed security services, dan pelanggan korporasi.
Founder SearchInform, Lev Matveev, mengatakan perkembangan ekonomi digital Indonesia membuat data perusahaan semakin bernilai. Pada saat yang sama, nilai tersebut diikuti risiko kebocoran, penyalahgunaan, hingga ancaman internal.
“Perkembangan ekonomi digital Indonesia yang pesat membuat data perusahaan semakin bernilai, sekaligus semakin rentan terhadap kebocoran, penyalahgunaan, dan berbagai risiko internal lainnya. Penggunaan perangkat berbasis AI yang terus meningkat juga menghadirkan risiko baru,” ujar Matveev.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi alasan perusahaan memperkuat kehadirannya di Indonesia. Dengan keberadaan permanen di Jakarta, SearchInform ingin memberikan pendampingan kepada mitra dan pelanggan, bukan hanya menyediakan perangkat lunak.
“Kehadiran kami di Jakarta memungkinkan SearchInform tidak hanya menyediakan perangkat lunak, tetapi juga memberikan dukungan berkelanjutan kepada mitra dan pelanggan di setiap tahap, mulai dari konsultasi dan pengujian hingga implementasi serta penggunaan sehari-hari,” katanya.
UU PDP ikut mendorong perhatian terhadap perlindungan data. Kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan penerapan UU PDP. Bagi perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi tidak lagi hanya menyangkut pemahaman aturan, tetapi juga bagaimana data pribadi dan data sensitif benar-benar dilindungi dalam kegiatan operasional.
Business Development Manager PT Nalela Karya Persada, Christian Perdana, mengatakan kebutuhan terhadap keamanan siber dan perlindungan data di Indonesia terus meningkat.
“Organisasi kini membutuhkan visibilitas dan kontrol yang lebih baik atas bagaimana data sensitif dan data pribadi diakses, digunakan, dibagikan, dan dilindungi. Di sinilah kami melihat relevansi yang kuat bagi SearchInform, khususnya dalam hal pencegahan kebocoran data, pengelolaan risiko internal, dan pemantauan aktivitas karyawan,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022