
Logo OpenAI ditampilkan dalam ilustrasi terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan Foto: (The Guardian)
JawaPos.com – OpenAI membentuk kelompok penasihat independen baru yang berbasis di Institute for Advanced Study (IAS), Princeton, New Jersey. Kelompok bernama Advisory Group on Mathematics and Artificial Intelligence tersebut dibentuk untuk membuka ruang lebih besar bagi para matematikawan dalam memberikan masukan terhadap penelitian OpenAI yang berkaitan dengan matematika dan kecerdasan buatan (AI).
"Kelompok ini akan menjadi jembatan penghubung dengan komunitas matematika dan masyarakat luas, serta memberikan suara bagi para matematikawan dalam menentukan arah langkah kami ke depan," demikian pernyataan OpenAI seperti dikutip dari TechCrunch.
Pembentukan kelompok ini dilakukan setelah OpenAI secara mendadak mempublikasikan solusi untuk masalah Navier-Stokes Millennium Prize. Dalam pengumuman yang sama, OpenAI juga mengklaim bahwa model internal yang digunakan telah berhasil memecahkan lebih dari 100 masalah terbuka lainnya di berbagai bidang matematika.
Laju pencapaian tersebut mendapat perhatian dari sejumlah matematikawan terkemuka. Awal September ini, sebanyak 25 matematikawan peraih Fields Medal menandatangani surat terbuka yang menyatakan kekhawatiran bahwa laboratorium AI mengancam karya intelektual mereka di tengah perlombaan perusahaan teknologi untuk memecahkan masalah-masalah matematika terkenal.
Sesuai dengan namanya, kelompok baru OpenAI ini akan berperan sebagai penasihat. Tugasnya antara lain menilai signifikansi hasil-hasil penelitian baru dan membantu mengoordinasikan publikasinya.
Para anggota kelompok tidak menerima bayaran. Meski demikian, mereka dapat memberikan saran tanpa diminta, menyampaikan pandangan kepada publik, serta menentukan keanggotaan kelompok secara mandiri. Hal tersebut memberikan tingkat independensi tertentu dari OpenAI.
Namun, kelompok tersebut tidak memiliki kewenangan untuk memperlambat atau mengubah arah penelitian matematika yang tengah dilakukan OpenAI. Sebagaimana dinyatakan dalam tulisan blog OpenAI, "kelompok ini tidak akan bertanggung jawab memberikan saran mengenai pengaturan kecepatan kemajuan internal kami di bidang matematika."
IAS juga menegaskan batas kewenangan tersebut dalam pengumumannya sendiri.
"Meskipun kami akan memberikan saran, kami tidak memiliki wewenang pengambilan keputusan di perusahaan AI mana pun, dan tanggung jawab atas keputusan yang diambil oleh perusahaan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut," ujar pihak institut dalam siaran persnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022