Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 18.23 WIB

OpenAI Gandeng 9 Ahli Matematika Pantau Proyek AI Terbarunya

Logo OpenAI ditampilkan dalam ilustrasi terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan Foto: (The Guardian) - Image

Logo OpenAI ditampilkan dalam ilustrasi terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan Foto: (The Guardian)

JawaPos.com – OpenAI membentuk kelompok penasihat independen baru yang berbasis di Institute for Advanced Study (IAS), Princeton, New Jersey. Kelompok bernama Advisory Group on Mathematics and Artificial Intelligence tersebut dibentuk untuk membuka ruang lebih besar bagi para matematikawan dalam memberikan masukan terhadap penelitian OpenAI yang berkaitan dengan matematika dan kecerdasan buatan (AI).

"Kelompok ini akan menjadi jembatan penghubung dengan komunitas matematika dan masyarakat luas, serta memberikan suara bagi para matematikawan dalam menentukan arah langkah kami ke depan," demikian pernyataan OpenAI seperti dikutip dari TechCrunch.

Pembentukan kelompok ini dilakukan setelah OpenAI secara mendadak mempublikasikan solusi untuk masalah Navier-Stokes Millennium Prize. Dalam pengumuman yang sama, OpenAI juga mengklaim bahwa model internal yang digunakan telah berhasil memecahkan lebih dari 100 masalah terbuka lainnya di berbagai bidang matematika.

Laju pencapaian tersebut mendapat perhatian dari sejumlah matematikawan terkemuka. Awal September ini, sebanyak 25 matematikawan peraih Fields Medal menandatangani surat terbuka yang menyatakan kekhawatiran bahwa laboratorium AI mengancam karya intelektual mereka di tengah perlombaan perusahaan teknologi untuk memecahkan masalah-masalah matematika terkenal.

Sesuai dengan namanya, kelompok baru OpenAI ini akan berperan sebagai penasihat. Tugasnya antara lain menilai signifikansi hasil-hasil penelitian baru dan membantu mengoordinasikan publikasinya.

Para anggota kelompok tidak menerima bayaran. Meski demikian, mereka dapat memberikan saran tanpa diminta, menyampaikan pandangan kepada publik, serta menentukan keanggotaan kelompok secara mandiri. Hal tersebut memberikan tingkat independensi tertentu dari OpenAI.

Namun, kelompok tersebut tidak memiliki kewenangan untuk memperlambat atau mengubah arah penelitian matematika yang tengah dilakukan OpenAI. Sebagaimana dinyatakan dalam tulisan blog OpenAI, "kelompok ini tidak akan bertanggung jawab memberikan saran mengenai pengaturan kecepatan kemajuan internal kami di bidang matematika."

IAS juga menegaskan batas kewenangan tersebut dalam pengumumannya sendiri. 

"Meskipun kami akan memberikan saran, kami tidak memiliki wewenang pengambilan keputusan di perusahaan AI mana pun, dan tanggung jawab atas keputusan yang diambil oleh perusahaan sepenuhnya berada di tangan perusahaan tersebut," ujar pihak institut dalam siaran persnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore