
Anjing robot. (Engadget)
JawaPos.com - Teknologi robotika dan kecerdasan artifisial (AI) mulai memasuki sektor pertanian. Salah satu inovasi yang kini dimanfaatkan adalah anjing robot yang dikerahkan di lahan pertanian dan rumah kaca untuk memantau kondisi tanaman hingga mendeteksi berbagai potensi masalah.
Teknologi tersebut sebelumnya lebih banyak dikenal untuk kebutuhan keamanan, mulai dari pengawasan perbatasan internasional hingga penjagaan resor Palm Beach milik Presiden Amerika Serikat. Namun, kemampuan anjing robot yang dilengkapi kamera dan sensor membuatnya mulai dilirik untuk kebutuhan pertanian.
Seperti dilansir dari Engadget, sejumlah petani di Amerika Serikat mulai menggunakan robot berkaki empat untuk menjaga tanaman bernilai tinggi. Dengan sensor termal dan kamera elektro-optik, robot dapat mendeteksi ancaman, merekam kejadian untuk dianalisis, serta mengirimkan peringatan kepada staf secara real-time.
Meski pemanfaatan anjing robot sebagai penjaga tanaman terdengar seperti gambaran teknologi dalam novel distopia, pengembang melihat potensi yang lebih luas. Robot tersebut mulai dimanfaatkan untuk mengumpulkan data mengenai kondisi tanaman yang sebelumnya sulit diperoleh secara rutin.
Anjing robot yang dibekali model penglihatan berbasis AI dapat mengambil gambar tanaman dalam resolusi tinggi. Data tersebut kemudian dianalisis untuk membantu petani memahami kondisi tanaman secara lebih detail.
Sebelumnya, petani banyak mengandalkan satelit, drone, serta pemeriksaan langsung untuk mengukur hasil panen, memantau perkembangan tanaman, dan mendeteksi penyakit. Namun, masing-masing metode memiliki keterbatasan.
Penggunaan satelit tidak selalu mampu memberikan gambaran detail pada tingkat tanaman. Sementara itu, pemeriksaan manual membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Drone juga tidak selalu praktis digunakan di lingkungan rumah kaca karena ruang geraknya terbatas.
Di sisi lain, robot darat atau rover dan berbagai mesin pertanian konvensional menghadapi tantangan ketika harus melewati medan yang tidak rata. Ukuran dan bentuknya juga dapat meningkatkan risiko tanaman rusak saat proses pemantauan berlangsung.
Karena itu, ahli agronomi mulai mencari cara untuk mengotomatisasi proses pengumpulan dan analisis data yang sebelumnya membutuhkan pemantauan langsung di lapangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022