
Seseorang menggunakan headset virtual reality (VR) untuk menjelajahi lingkungan digital tiga dimensi (Psypost)
JawaPos.com - Headset virtual reality (VR) ternyata tidak hanya mampu membuat pengguna merasa berada di dunia digital. Studi terbaru menunjukkan, teknologi imersif ini juga dapat memicu pengalaman mistis yang biasanya dikaitkan dengan praktik spiritual mendalam atau penggunaan zat psikedelik.
Temuan itu berasal dari studi "Mystical Experiences in Virtual Reality 2: Fantasy Versus Realism and Psychophysiological Correlates" yang ditulis Rebekka Miller, Tallulah Nyland, dan Paul Frewen dari Western University. Penelitian tersebut diterbitkan dalam Psychology of Consciousness: Theory, Research, and Practice.
Melansir PsyPost, Senin (5/10/2026), pengalaman mistis dalam psikologi merujuk pada kondisi mental yang ditandai rasa menyatu dengan keberadaan tertentu, perubahan persepsi terhadap waktu dan ruang, serta emosi positif yang sangat kuat. Kondisi ini juga dapat membuat batas antara diri dan lingkungan terasa menghilang sehingga seseorang merasakan kesatuan dengan segala sesuatu.
Para peneliti merekrut 80 orang dewasa muda. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Satu kelompok mengikuti panduan imajinasi fantastis, termasuk gambaran roh hewan yang muncul dari api unggun dan lubang hitam di langit. Kelompok lain menjalani meditasi pernapasan yang lebih realistis.
Keduanya menggunakan Nature Treks: Together, lingkungan virtual tiga dimensi yang menampilkan pulau, vegetasi, bebatuan, dan kehidupan laut. Peserta tampil sebagai sosok tanpa tubuh yang dapat bergerak dan menjelajahi lingkungan tersebut.
Setiap peserta menjalani pengalaman yang sama dua kali, sekali dengan headset VR dan sekali melalui monitor komputer dua dimensi. Selama eksperimen, peneliti merekam aktivitas listrik otak menggunakan elektroensefalografi (EEG), serta detak jantung dan variabilitas detak jantung.
Hasilnya mencolok. Sebanyak 28 persen peserta kelompok imajinasi dan 18 persen kelompok meditasi mengalami apa yang dikategorikan peneliti sebagai pengalaman mistis lengkap ketika menggunakan VR. Sebaliknya, tidak satu pun peserta mencapai ambang tersebut saat melihat pengalaman yang sama melalui monitor.
Pengalaman lengkap itu ditentukan berdasarkan empat aspek, yakni rasa menyatu, perubahan persepsi waktu dan ruang, suasana hati positif yang intens, serta kesulitan menggambarkan pengalaman dengan kata-kata.
VR juga menghasilkan skor lebih tinggi untuk rasa takjub, ketenangan, ketertarikan, keindahan, serta rasa hadir secara fisik dan temporal di lingkungan digital. Sebaliknya, penggunaan monitor lebih banyak dikaitkan dengan kebosanan dan kelelahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022