
Google memperluas pasokan energi nuklir untuk menopang kebutuhan listrik data center AI di Amerika Serikat (The Verge)
JawaPos.com - Google memperluas strategi energinya untuk menopang pertumbuhan data center yang menjalankan layanan kecerdasan buatan (AI). Raksasa teknologi itu meneken kesepakatan jangka panjang dengan Constellation Energy untuk meningkatkan kapasitas 11 reaktor nuklir di Amerika Serikat (AS), sekaligus menambah pasokan listrik di jaringan yang menghadapi lonjakan permintaan dari industri teknologi.
Dilansir dari The Verge, Rabu (7/10/2026), Google meneken perjanjian pembelian listrik selama 20 tahun dengan Constellation Energy, operator pembangkit nuklir terbesar di AS. Kontrak tersebut memberikan kepastian pendapatan untuk membiayai peningkatan efisiensi pembangkit yang sudah beroperasi dan, menurut perusahaan, "mewakili investasi baru Constellation lebih dari USD 4,3 miliar" atau sekitar Rp76,8 triliun dengan kurs Rp17.870 per dolar AS.
Investasi itu akan digunakan untuk memodernisasi 11 reaktor di enam lokasi di Illinois, Pennsylvania, dan New Jersey. Dalam lima tahun, peralatan baru diperkirakan menambah kapasitas nuklir 890 megawatt (MW), setara dengan produksi listrik satu reaktor nuklir besar atau sekitar tiga reaktor modular kecil (SMR). Pembangkit pertama dari fasilitas yang diperbarui ditargetkan mulai memasok listrik pada 2028.
Seluruh reaktor tersebut terhubung dengan PJM Interconnection, jaringan listrik terbesar di AS yang mencakup 13 negara bagian dan District of Columbia. Jaringan itu juga mencakup Loudoun County, Virginia, salah satu pusat data center terbesar di dunia. Karena itu, ekspansi komputasi AI tidak hanya meningkatkan kebutuhan perusahaan teknologi, tetapi turut menambah tekanan pada jaringan listrik yang memasok wilayah tersebut.
Tekanan itu terlihat dari persoalan yang dihadapi PJM dalam mengimbangi pertumbuhan data center AI. Pemantau pasar independen mengajukan keluhan kepada Federal Energy Regulatory Commission (FERC) tahun lalu karena menilai PJM berencana menghubungkan data center berkapasitas sangat besar ke jaringan yang belum tentu mampu melayaninya secara andal. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risikopemadaman ketika permintaan melampaui kemampuan jaringan.
Situasi itu kemudian mendorong pemerintah dan regulator mengambil langkah untuk memperbesar pasokan listrik. Pada Januari, pemerintahan Presiden Donald Trump bersama para gubernur dari negara bagian yang berada dalam cakupan PJM menyerukan lelang listrik "darurat" untuk mendukung pembangunan pembangkit baru melalui kontrak jangka panjang.
Namun, PJM menunda lelang setelah FERC meminta revisi guna memperkuat perlindungan konsumen agar pertumbuhan data center tidak menaikkan biaya listrik pelanggan lain. Di New Jersey, tarif listrik telah meningkat 54 persen dalam lima tahun.
Dalam kondisi tersebut, kesepakatan Google dengan Constellation memiliki skala lebih besar dari kontrak nuklirnya. Reuters melaporkan, total pasokan yang dikontrak mencapai 3.590 MW. Selain 890 MW dari pembangkit nuklir, Google membuat perjanjian selama 15 tahun untuk memperoleh tambahan 2.700 MW dari pembangkit Constellation di wilayah PJM, tanpa mengikat pasokan itu pada jenis bahan bakar tertentu. Kesepakatan kedua juga memberikan kepastian pendapatan bagi pembangkit Constellation yang sudah beroperasi.
Bagi Google, kerja sama tersebut menunjukkan bahwa ekspansi AI mulai membawa perusahaan teknologi masuk lebih jauh ke sektor energi. Amanda Peterson Corio, kepala global energi dan daya Google, mengatakan, “"ami berkomitmen memenuhi pertumbuhan kami secara bertanggung jawab dengan berinvestasi secara aktif pada energi bersih dan andal yang menambah kapasitas baru ke jaringan listrik nasional."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022