Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 04.40 WIB

Amazon Kerahkan 1 Juta Robot di Gudang, Ekspansi Otomatisasi Bayangi Masa Depan 1,5 Juta Pekerja

Robot bergerak beroda mengangkut rak-rak tinggi berisi barang di dalam pusat distribusi Amazon (Times of India) - Image

Robot bergerak beroda mengangkut rak-rak tinggi berisi barang di dalam pusat distribusi Amazon (Times of India)

JawaPos.com - Amazon memperluas otomatisasi gudang dengan mengoperasikan lebih dari satu juta robot untuk mendukung pengiriman puluhan juta paket pada hari yang sama atau keesokan harinya. Ekspansi ini menandai perubahan besar dalam industri e-commerce global, terutama ketika kecerdasan buatan (AI) dan robotika mulai memengaruhi kebutuhan tenaga kerja, produktivitas, serta keselamatan pekerja.

Dilansir dari Ars Technica, Senin (12/10/2026), Amazon masih mempekerjakan lebih dari 1,5 juta orang secara penuh waktu maupun paruh waktu berdasarkan laporan tahunan 2025. Namun, laporan The New York Times mengungkap dokumen internal yang memperkirakan otomatisasi dapat mengurangi kebutuhan perekrutan di Amerika Serikat lebih dari 160.000 orang hingga 2027 dan 600.000 orang hingga 2033. Angka itu merujuk pada perekrutan yang berpotensi dihindari, bukan pemutusan hubungan kerja yang telah dipastikan.

Sejak mengakuisisi Kiva Systems pada 2012, Amazon mengembangkan robot bergerak yang membawa rak barang menuju pekerja, lengan robot untuk memilah paket, serta sistem AI DeepFleet yang membantu mengantisipasi kepadatan pergerakan robot. Sistem Sequoia diklaim mampu mempercepat identifikasi dan penyimpanan barang hingga 75 persen. Amazon juga membangun fasilitas produksi robot tambahan di Austin, Texas, dan Greenwood, Indiana.

Kemampuan robot terus berkembang melalui pembelajaran mesin dan model AI yang dapat mengenali beragam produk. Robot Vulcan bahkan dilengkapi sensor umpan balik gaya yang memberinya kemampuan merasakan tekanan saat mengambil atau menyimpan barang.

Wakil Presiden Amazon Robotics Scott Dresser mengatakan, "Setiap tahap menangani tantangan teknis yang sulit atau kompleks untuk mencapai tujuan tersebut," yakni membantu pekerja sekaligus meningkatkan layanan bagi pelanggan.

Amazon menyatakan otomatisasi mengurangi pekerjaan fisik berisiko dan membuka peluang karier teknis. Pusat distribusi dengan robot canggih umumnya membutuhkan 30 persen lebih banyak tenaga kerja untuk bidang keandalan, pemeliharaan, dan rekayasa. Perusahaan juga menyebut jumlah teknisi pemeliharaan robot meningkat lebih dari 30 persen. Dresser mengatakan, "Itu merupakan pekerjaan dengan keterampilan lebih tinggi dan kompensasi lebih besar."

Akan tetapi, peningkatan produktivitas memunculkan persoalan keselamatan. Strategic Organizing Center, koalisi serikat pekerja Amerika Serikat, melaporkan tingkat cedera lebih tinggi di gudang Amazon yang menggunakan robot berdasarkan data 2017–2020. Direktur riset strategis organisasi itu, Joan Moriarty, menilai Amazon terlalu berfokus pada kecepatan dan penghematan biaya. Menurutnya, kehadiran robot membuat pekerja dituntut melakukan gerakan cepat dan berulang sehingga risiko cedera meningkat.

Penelitian yang terbit dalam jurnal ILR Review pada April 2025 memberikan gambaran lebih berimbang. Gudang robotik mencatat penurunan cedera berat sebesar 40 persen dibandingkan pusat distribusi lama, tetapi cedera yang lebih ringan akibat ketegangan fisik meningkat 77 persen.

Brian Greenwood, profesor bisnis di George Mason University sekaligus salah satu penulis penelitian, mengatakan, "Robot memiliki kemampuan menentukan kecepatan kerja." Tekanan untuk menyamai ritme mesin dapat memicu ketegangan otot dan keseleo.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore