JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kaleidoskop 2018

8 Kamera Digital Meluncur Selama 2018, dari yang Murah hingga Wah

29 Desember 2018, 14:15:59 WIB
kamera murah 2018, kamera digital murah
Ilustrasi: memotret. 8 Kamera Digital Meluncur Selama 2018, dari yang Murah hingga Wah (pixabay)
Share this

JawaPos.com – Sepanjang 2018 pasar teknologi di Indonesia juga diwarnai sejumlah peluncuran kamera. Kebanyakan memang kamera mirrorless. Namun ada beberapa juga kamera DSLR yang masih berani hadir di tanah mengingat penetrasi kamera mirrorless yang massif.

Berdasarkan catatan JawaPos.com, berikut sejumlah kamera mirrorless dan kamera DSLR yang hadir di Indonesia sepanjang 2018. Kamera-kamera ini jelas masih sangat layak untuk kamu beli pada 2019 mendatang.

1. DSLR Nikon D850

Nikon D850, kamera murah 2018, kamera digital murah
Nikon D850 (Istimewa/Nikon)

Mengawali tahun 2018, tepatnya akhir bulan Januari lalu, Nikon menghadirkan kamera DSLR di Indonesia dengan seri D850. Nikon D850 ini merupakan kamera dengan sensor full-frame. Melalui PT Nikon Indonesia, kamera digital berformat full-frame itu menyasar segmen premium di tanah air.

Sebelumnya, Nikon D850 telah diluncurkan secara global pada Agustus 2017 lalu. Namun baru sempat dibawa ke Indonesia awal tahun ini. Produk flagship yang diklaim terbaik di kelasnya itu kini mulai dapat dibeli untuk para fotografer tanah air. Nikon D850 merupakan kamera profesional penerus Nikon D810 yang merupakan kamera full-frame terdahulu. Nikon D850 berada satu tingkat di bawah Nikon D5.

Nikon D850 dibekali berbagai teknologi termutakhir. Jantungnya, disematkan sensor gambar full-frame back side iluminated (BSI) CMOS dengan besar resolusi mencapai 45,7 MP. Nikon D850 diberikan chip pengolah gambar Expeed 5. Kemampuan native ISO 64-25.600 yang sanggup diperluas hingga menyentuh angka 102.400 dengan mode Hi 2.

Mendukung kecepatan, Nikon D850 dibekali dengan modul autofokus AF-Multi Cam 20K yang ada pada versi di atasnya, Nikon D5. Sistem tersebut terdiri dari 153 titik AF, 99 titik di antaranya merupakan titik crosstype dan 15 titik yang mungkin melakukan deteksi fokus auto saat bukaan aperture dikecilkan hingga f/8. Nikon D850 memiliki angka frame per second (FPS) pada kisaran 7 FPS dan mungkin ditingkatkan hingga 9 FPS jika menggunakan battery grip tambahan

Kelebihan yang dimiliki Nikon D850 salah satunya tilting LCD Touch Screen selebar 3,2 inci yang memungkinkan pengguna dapat menyesuaikan layar kamera dengan kebutuhan fotografer. Kemudian kamera ini dibekali juga dengan optical viewfinder dengan magnifikasi 0,75×.

Fitur lain yang ditawarkan Nikon D850 termasuk silent (electronic) shutter, bodi magnesium dengan weather sealing, tombol yang dapat menyala, perekaman video 4K, slow motion 120 FPS (1080p), slot memori SD dan XQD, output HDMI uncompressed, dan koneksi WiFi dan Bluetooth built-in. Kamera yang menyasar segmen profesional dan premium di tanah air itu dibanderol dengan harga Rp 51 juta. Harga tersebut baru dapat menebus unit kamera saja, tanpa lensa bawaan (body only).

2. Fujifilm X-T100

Fujifilm X-T100, kamera murah 2018, kamera digital murah
Fujifilm X-T100 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Fujifilm juga membuka tahun 2018 dengan baik. Tercatat pada Mei lalu mereka menghadirkan kamera mirrorless entry-level ke pasar Indonesia. Kamera mirrorless entry-level itu adalah Fujifilm X-T100. Kendati menyasar segmen entry-level, Fujifilm tetap mengklaim kameranya memiliki keandalan bak kamera profesional.

Fujifilm X-T100 membawa beberapa fitur unggulan, yakni electronic view finder (EVF) dengan perbesaran tinggi, layar LCD yang bisa digerakan horizontal hingga 180 derajat, daya tahan baterai, dan material kuat. Kamera Mirrorless itu memiliki bobot hanya sekitar 448 gram dan desain retro dengan kerangka alumunium antikarat.

Urusan sensor, X-T100 memiliki resolusi sebesar 24,2 MP APS-C. Fujifilm X-T100 memiliki setidaknya lima fitur kunci yang diklaim membuatnya lebih unggul dari kamera lain di kelasnya. Beberapa fitur kunci tersebut, yakni desain retro, auto-fokus yang cepat, pilihan lensa yang beragam berkat X-Mount yang dimilikinya, transfer data yang mudah dengan koneksi Bluetooth terbaru, dan advance filter hingga 17 variasi khas Fujifilm yang ikonik.

Untuk membawa pulang kamera ini, diperlukan uang setidaknya Rp 8,999 juta untuk pilihan body-only. Sementara banderol Rp 10,499 juta untuk mendapatkan paket dengan lensa kit 15-45 mm.

3. DSLR Canon EOS 1500D dan EOS 3000D

Canon EOS 1500D, kamera murah 2018, kamera digital murah
Canon EOS 1500D (Istimewa/Canon)

Selanjutnya, kembali ke segmen kamera DSLR. Setelah Nikon tertangkap masih berani merilis kamera DSLR 2018 ini, pabrikan lainnya, Canon, agaknya megikuti jejak Nikon. Bedanya, jika yang dilepas Nikon adalah kamera profesional permium dengan sensor full-frame, Canon tahun ini khusus untuk Indonesia hanya berani membawa kamera DSLR entry-level saja, yakni Canon EOS 1500D dan EOS 3000D.

Kedua kamera tersebut dilepas Canon beberapa waktu jelang Hari Raya Idul Fitri. Mengingat waktu perilisan, Canon mungkin ingin kameranya dibeli untuk dipakai konsumen saat hari raya.

Dari segi spesifikasi, kendati hadir untuk pangsa pasar fotografer pemula, Canon EOS 1500D dan EOS 3000D dibekali prosesor gambar DIGIC 4+ serta sensor APS-C CMOS. Resolusinya sendiri untuk EOS 1500D 24,1 MP, sedangkan EOS 3000D 18 MP. Kedua kamera ekonomis itu diakui Canon mampu menghasilkan kualitas gambar yang tajam, serta tetap jernih walaupun dalam kondisi minim cahaya.

Canon EOS 3000D, kamera murah 2018, kamera digital murah
Canon EOS 3000D (Istimewa/Canon)

EOS 1500D juga dilengkapi dengan teknologi Wifi dan NFC, sedangkan EOS 3000D tidak mendukung kedua fitur tersebut. Dengan fitur koneksi nirkabel itu, pengguna EOS 1500D dapat dengan mudah berbagi foto ataupun mengoperasikan kamera langsung dari smartphone mereka.

Canon EOS 1500D dan EOS 3000D dilengkapi dengan Optical Viewfinder untuk memudahkan pencarian fokus dan pengaturan komposisi bidikan subjek secara nyata. ISO-nya sendiri tersedia antara 100-6400 yang dapat ditingkatkan hingga ISO 12800.

Fitur lainnya, antara lain, kemampuan merekam gambar Full HD, 9 titik auto fokus (AF) cross type, AI Servo AF, dan built-in crative filter. Datascrip sebagai distributor tunggal kamera digital Canon di Indonesia memasarkan kedua kamera dengan harga masing-masing, yakni Rp 7.007.000 untuk Canon EOS 1500D dengan lensa 18-55mm IS II, dan banderol Rp 5.885.000 untuk Canon EOS 3000D dengan lensa 18-55mm III.

4. Sony RX100 Mark VI

Sony RX100 Mark VI, kamera murah 2018, kamera digital murah
Sony RX100 Mark VI (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Kami hampir lupa. Pada 2018 ini selain kamera DSLR dan mirrorless, ternyata ada juga hajatan peluncuran kamera saku atau kamera pocket. Ya, kamera pocket. Dia adalah RX100 Mark VI besutan Sony. Kamera tersebut kendati terlahir menjadi kamera saku, kualitas dan keandalannya jangan dianggap remeh. Banderol harga yang ditawarkan kamera ini juga terbilang sangat mahal. Bahkan setara kamera DSLR atau mirrorless untuk kelas premium.

Sony RX100 Mark VI memiliki keunggulan utama dari segi lensa. Meski kamera ini adalah kamera saku, lensanya tidak boleh dianggap remeh. Sebab, Sony RX100 Mark VI hadir menggunakan high magnification zoom lens dengan focal length 24-200 mm dengan bukaan f/2.8-4.5. Selain memiliki focal length seperti kamera dengan lensa tele, keunggulan lainnya yang diusung yaitu kemampuan deteksi auto-fokus yang diklaim supercepat. Sony RX100 Mark VI digadang-gadang memiliki kemampuan auto-fokus 0,03 detik. Digabungkan dengan 315 titik deteksi fasa bidang lokal. Mencakup 65 persen area gambar.

Dari segi spesifikasi, Sony RX100 Mark VI dilengkapi sensor gambar sebesar 20.1 MP. Selain itu, ada juga cip DRAM dan pemroses gambar BIONZ X yang diklaim telah mengalami peningkatan dengan front-end LSI untuk memaksimalkan kecepatan proses gambar. Sebagai tambahan, kamera tersebut juga dikalim mampu mengambil gambar hingga 24 fps pada resolusi penuh dengan pelacakan AF/AE terus menerus dan menghasilkan video 4K tanpa efek pixel binning. Peningkatan lainnya adalah pengambilan video dengan kemampuan resolusi 4K HDR.

Selain itu kamera saku ini juga hadir pertama kali dari keluarga RX100 dengan performa berkaliber profesional adalah S-Log3, 120p Full HD Mode, Picture Profile, proxy recording, dan perekaman gambar superslow motion pada 240 fps, 480 fps hingga 960 fps. Lainnya dari faktor kontrol dan kemudahan, Sony RX100 Mark VI hadir dengan electric view finder 2,35 juta dot XGA OLED Tru-Finder dengan Zeiss Coating.

Sementara layarnya, penggunanya diberikan kemudahan memotret dan mengambil gambar dengan berbagai angle berkat adanya engsel yang bisa diatur hingga 180 derajat ke atas dan 90 derajat ke bawah. Layarnya sudah LCD dengan touchscreen sebagai fungsi kontrol lainnya selain tombol fisik. Koneksinya sendiri, Sony RX100 Mark VI sudah hadir dengan fitur WiFi, NFC, dan Bluetooth. Untuk harga dan ketersediaan, Sony RX100 Mark VI terbaru tersedia di Indonesia akhir Agustus lalu. Harganya sendiri untuk ukuran kamera saku memang terbilang mahal. Jangan heran, sebab kamera ini adalah kamera premium dengan harga Rp 16,9 juta.

5. Canon EOS R

Canon EOS R, kamera murah 2018, kamera digital murah
Canon EOS R (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Selanjutnya, setelah diawali dengan peluncuran kamera DSLR dan kamera saku, mulai akhir-akhir tahun 2018 ramai peluncuran kamera mirrorless. Pada pertengahan September saja ada Canon dengan EOS R-nya yang kontan mendapuknya menjadi pabrikan kamera yang akhirnya punya produk mirrorless. Full-frame. Ya, sebelumya Canon belum memiliki kamera mirrorless full-frame dan masih asik bermain di sektor DSLR profesional atau mirrorless middle-low dengan sensor crop-frame.

Canon EOS R hadir dengan prosesor gambar DIGIC 8. Selain itu Canon EOS R juga memiliki rentang native ISO 100-400.000. Mirrorless fullframe perdana Canon itu memiliki mount lensa RF berdiameter 54 mm, serta jarak antar sensor dengan mount lensa 20 mm yang memberikan kesan ramping pada kamera ini. Canon EOS R juga hadir dengan dukungan Dual Pixel CMOS AF yang diklaim mampu menghadirkan performa fokus cepat.

Mendukung kecepatan fokusnya, Canon EOS R tertanam 5.655 titik fokus dan Dual Sensing IS untuk akurasi dan stabilisasi gambar. Aspek lainnya dari kamera ini adalah hadirnya layar LCD di bagian belakang yang berfungsi sebagai Touch & Drag AF. Layarnya juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan angle pengguna dengan dukungan engsel yang dapat diputar hingga 360 derajat.

Urusan video, Canon EOS R dapat merekam video hingga kualitas 4K atau Ultra High Definition (3.840x2.460) piksel. Kamera ini juga didukung Canon Log untuk kesesuaian gambar seperti kontras, detail, dan warna. Perekaman 4K-nya juga bisa mencapai 40-bit melalui terminal HDMI untuk gradasi warna yang kuat. Canon EOS R dijual dengan harga Rp 39 juta untuk varian body only. Jika ingin paket dengan lensa kit RF 24-105mm f/4 L IS USM, konsumen harus menyiapkan budget Rp 59 juta.

6. Fujifilm X-T3

Fujifilm X-T3, kamera murah 2018, kamera digital murah
Fujifilm X-T3 (Rian Alfianto/JawaPos.com)

Setelah Canon dengan EOS R full-frame, sekitar akhir September vendor lain juga turut membesut kamera mirrorless. Dia adalah Fujifilm dengan kamera X-T3. Kamera terbaru Fujifilm X-T3 dibekali sensor dan prosesor terbaru. Fujifilm X-T3 dibekali X-dengan sensor Trans CMOS 4 baru dan prosesor pengolah gambar X-Processor.

X-Trans CMOS 4 dan pengolah gambar X-Processor 4 membuat kamera ini menjadi semakin andal untuk teknologi reproduksi warna denan APS-C Back Illuminated yang memiliki pixel phase detection empat kali lebih banyak dibandingkan model yang ada saat ini.

Dari segi spesifikasi, kamera terbaru Fujifilm X-T3 memiliki kemampuan penembak gambar dengan resolusi 26,1 MP. ISO-nya sendiri, Fujifilm X-T3 memiliki ISO terendah 160 yang dipadukan dengan batas fokus otomatis low-light yang diperpanjang ke-3EV. Hal tersebut membuat hasil jepretan tetap akurat meskipun dalam keadaan cahaya minim.

Sementara untuk X Processor 4-nya menggunakan sistem quad-core. Adanya sistem tersebut menjanjikan pemrosesan gambar tiga kali lebih cepat dari model sebelumnya seperti Fujifilm X-T2 dan X-H1. Selain menghadirkan prosesor terbaru dengan kemampuan fokus otomatis yang cepat, Fujifilm juga mengklaim prosesornya ini membuat kamera mirrorless mereka menjadi yang pertama bisa menghasilkan kualitas video 4K/60P 10 Bit.

Fujifilm X-T3, dengan fitur-fitur yang dibawanya, dikatakan bahwa kamera ini menyasar kalangan pehobi ataupun fotografer tingkat lanjut hingga profesional. Untuk harganya sendiri Fujifilm membanderol X-T3 dengan harga Rp 22,999 untuk bodinya saja alias body only.

7. Nikon Z6 dan Nikon Z7

Nikon Z6, kamera murah 2018, kamera digital murah
Nikon Z6 (Istimewa)

Tahun 2018 rupanya bukan hanya Canon yang ‘pecah telur’ dengan kelahiran Canon EOS R full-frame pertamanya. Pada tahun yang sama, Nikon juga demikian. Vendor yang sebelumnya asik di segmen DSLR ini akhirnya punya kamera mirrorless dan sudah full-frame, yakni Nikon Z6 dan Nikon Z7. Keduanya lahir pada Agustus. Namun baru bisa dibawa ke Indonesia Oktober lalu.

Nikon Z7 dan Nikon Z6 hadir dengan sejumlah fitur mutakhir. Beberapa fitur full-frame dengan pencahayaan sisi belakang, teknologi sensor Nikon FX-format CMOS dengan fitur focal-plane phase-detection AF pixels tertanam, serta mesin pemrosesan imaji mutakhir, EXPEED 6 hadir pada perangkat ini. Dari segi spesifikasi, seperti pernah diberitakan sebelumnya, kendati hadir dari keluarga yang sama, kedua kamera Nikon Z series ini memiliki perbedaan.

Nikon Z7 misalnya. Kamera itu hadir dengan kualitas 45,7 megapiksel efektif, serta mendukung rentang sensitivitas standar ISO 64–25.600. Lainnya dari Nikon Z7, paduan antara body dengan lensa Nikkor Z diklaim mampu menghasilkan gambar dengan tingkat ketajaman luar biasa, serta detail hingga ke sisi-sisi gambar.

Nikon Z7, kamera murah 2018, kamera digital murah
Nikon Z7 (Istimewa)

Sementara itu, Nikon Z6 yang merupakan kamera all-purpose FX-format hadir dengan kualitas piksel efektif sebesar 24,5 megapiksel. Kamera ini mendukung rentang sensitivitas standar ISO 100–51.200. Selain itu, Nikon Z6 dikatakan menghadirkan performa dengan sensitivitas tinggi dan perekaman film full-frame berkualitas 4K UHD dengan pixel readout utuh.

Urusan kantong, Nikon Z7 dan Z6 dilepas dengan harga yang berbeda. Untuk Nikon Z7 body only dibanderol Rp 56,499 juta, sedangkan jika dengan lensa kit Rp 63,499 juta dan mount system Rp 66,499 juta.

Sementara produk kedua yakni Nikon Z6 untuk body-nya saja dilego seharga Rp 35,499 juta, sedangkan jika ingin dengan lensa kit harus merogoh kocek Rp 42,499 juta, dan mount system Rp 45,499 juta.

8. Fujifilm GFX 50R

Fujifilm GFX 50R, kamera murah 2018, kamera digital murah
Fujifilm GFX 50R (Hasmy Rifani/JawaPos.com)

Menutup tahun 2018, kamera mirrorless dengan teknologi paling mutakhir dirilis Fujifilm. Dialah GFX 50R yang dilepas sebagai kamera mirrorless medium format. Kamera mirrorless digital ini dilengkapi sensor gambar Fujifilm G dengan medium format (43,8x32,9mm) dan ukuran 1,7 kali ukuran sensor gambar pada kamera full-frame 35 mm.

Fujifilm GFX 50R diklaim mampu menunjukkan karakteristik hasil foto yang jernih dan superior. Kamera ini memiliki bobot 145 gram lebih ringan dan 25 mm lebih ramping dibandingkan pendahulunya GFX 50S. Sejak diluncurkan Januari 2017, kamera GFX 50S juga kabarnya menuai banyak respons positif dari para fotografer profesional. Sebagian fotografer, terutama yang memiliki spesialisasi di pemotretan pernikahan, portrait, dan street photography dikatakan cocok dengan kamera ini. Mereka memang menginginkan kamera yang lebih praktis dan ringan untuk dibawa-bawa.

Lebih jauh, sistem GFX yang merupakan kamera mirrorless dengan medium format saat ini diklaim menawarkan kompatibilitas dengan tujuh lensa Fujinon GF. Ini mencakup focal length dari 23 mm (setara dengan 18 mm dalam format film 35 mm) hingga 250 mm (setara dengan 198 mm dalam format film 35mm). Semua lensa GF ini diklaim mampu mencapai resolusi gambar hingga 100 MP, sehingga pengguna dapat mengandalkan kamera GFX untuk mengikuti tuntutan perkembangan zaman pada masa depan.

Kamera GFX 50R dibekali sensor CMOS dan X-Processor Pro Image yang memiliki kemampuan menangkap setiap piksel lebih baik dibandingkan dengan kamera 3 5mm full frame sensor dengan resolusi yang sama. Lensa-lensa mikro di dalamnya dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan menjaring cahaya dan resolusi gambar. Hasilnya, GFX 50R dapat memproduksi gambar dengan menangkap tekstur subjek, dimensi, hingga atmosfir setiap frame dengan akurat.

Untuk menghadirkan kemudahan transfer foto antargawai, kamera GFX 50R merupakan produk pertama dalam lini GFX yang menghadirkan sistem teknologi Bluetooth low-energy, sehingga pengguna dapat langsung mengunduh foto-foto melalui aplikasi Fujifilm Camera Remote di ponsel.

Selain itu, kamera ini juga dikatakan dirancang tahan cuaca dan tahan debu, serta dapat beroperasi pada suhu serendah minus 10 derajat celcius, sehingga fotografer profesional dapat menggunakan kamera ini dalam kondisi luar ruangan yang ekstrem. Urusan kantong, kamera mirrorless medium format GFX 50R dijual dengan harga Rp 69,9 juta body only.

Demikianlah jajaran kamera yang lahir sepanjang 2018. Tanpa disadari, kamera-kamera yang lahir tahun ini nyatanya sangat beragam. Terbukti, semua jenis kamera ada. Mirrorless mulai dari full-frame, crop-frame hingga medium format ada. Kemudian untuk kategori DSLR dari yang profesional hingga yang murah meriah juga ada. Semoga artikel ini membantu bagi kamu yang ingin membeli kamera terbaru 2019 mendatang.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up