
riang: Beberapa anak PAUD berlibur bersama di Pantai Biru, Desa Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi. Objek tersebut memang menyediakan sejumlah wahan untuk anak-anak. (Agustin Martono/Jawa Pos Radar Madura)
Para traveler sudah waktunya menjadikan Bangkalan sebagai salah satu daerah yang disinggahi. Kabupaten di ujung barat Pulau Madura itu menyimpan potensi wisata yang layak didatangi. Salah satunya, Pantai Biru.
---
DULU objek wisata tersebut adalah daerah pantai berstatus tanah kas desa yang dimanfaatkan untuk tambak bandeng. Kala itu, ada 18 area pertambakan yang berdiri di sana. Namun, dalam perjalanannya, kegiatan tambak itu berhenti.
Lahan yang berada di kawasan pantai utara (pantura) Desa Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi, itu tak terawat. Hingga akhirnya menjadi lokasi pembuangan sampah dan air limbah.
Karena itu, bagi pengunjung yang baru kali pertama ke sana, boleh jadi mereka tak menyangka bahwa pantai itu dulunya adalah tempat sampah. Sebab, wajah destinasi tersebut sudah berubah drastis. Deretan wahana tertata rapi di sana. Mulai sepeda air, area bermain anak, hingga sejumlah spot foto yang Instagrammable. Selain itu, pengunjung bakal disuguhi indahnya rumah makan berkonsep terapung.
Perubahan wajah Pantai Biru dimulai pada 2018. Pemangku kebijakan dan warga desa tersebut tergerak untuk menata ulang wajah pantai yang sebenarnya memiliki potensi besar itu. Pada tahap awal, 40–50 persen dana desa (DD) dialokasikan untuk membenahi pantai itu. ’’Dana desa modal utama kami untuk membangun tempat wisata itu,’’ kata Kepala Desa Telaga Biru Ahmad Suhdi.
Dia mengaku sempat ditentang perangkat desa yang lain saat ingin mengalokasikan separo DD-nya untuk pembangunan tempat wisata. Karena khawatir, destinasi yang dibangun itu tidak memberikan dampak apa pun. Namun, tekadnya untuk membangun destinasi itu begitu kuat. Dia optimistis tempat wisata yang dibangun akan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakatnya. Serta menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes). ’’Kami berpikir, tanpa PADes, desa tidak akan maju,’’ imbuhnya.
Dia tidak ingin DD yang dikucurkan pemerintah pusat hanya untuk peningkatan infrastruktur. ’’Namun, juga harus ada nilai pemberdayaan yang output-nya untuk perbaikan ekonomi warga,’’ katanya. Keyakinan sang Kades dan penggagas pendirian Pantai Biru terbukti. Dalam waktu tiga bulan, destinasi baru tersebut sudah bisa menghasilkan pemasukan cukup besar. Antusiasme wisatawan yang datang ke sana juga di luar ekspektasi.
Hal itulah yang membuat pembangunan Pantai Biru berlanjut. Secara bertahap, berbagai wahana baru didirikan. Karena upaya tersebut pula, wisatawan yang datang mengalir tiada henti. ’’Pengembangan tetap akan dilakukan,’’ katanya.
Pada 2022, wisata Telaga Biru bakal menyediakan wahana edukasi batik tulis. ’’Sehingga pengunjung yang berlibur di Pantai Biru dapat mengetahui dan belajar bagaimana pembuatan batik,’’ katanya. Wahana tersebut juga bagian dari promosi potensi desa tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
