
Potret kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Unsplash @adriannetwork)
JawaPos.com - Gunung Semeru selalu menjadi destinasi favorit bagi para pecinta alam, baik pendaki pemula maupun yang sudah berpengalaman. Keindahan jalur pendakiannya, termasuk Ranu Kumbolo hingga puncak Mahameru, memang memukau. Namun, di balik pesona itu, risiko pendakian tetap tinggi. Kasus pendaki tersesat, jatuh, atau bahkan hilang bukanlah hal baru.
Untuk meningkatkan keamanan pendakian, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kini memberlakukan kebijakan baru: setiap pendaki wajib menggunakan kartu atau gelang pelacak RFID (Radio Frequency Identification). Kebijakan ini diumumkan melalui unggahan resmi Instagram @bbtnbromotenggersemeru pada 5 Juli 2025.
Apa Itu Gelang/Kartu RFID?
RFID adalah teknologi pelacakan berbasis chip mini yang dilengkapi antena. Saat dikenakan pendaki, gelang ini memancarkan sinyal ke menara pemancar di sepanjang jalur pendakian. Data yang terkirim bisa diakses langsung oleh petugas pos pendakian secara real-time.
Dengan sistem ini, petugas dapat mengetahui lokasi terakhir pendaki, identitas pengguna, hingga informasi penting lainnya. Jika terjadi keadaan darurat, proses evakuasi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kenapa Harus Ada RFID di Semeru?
Meski jalur Semeru sering dianggap ramah, nyatanya tetap ada banyak risiko. Menurut penjelasan dari laman bromotenggersemeru.id, ada tiga ancaman utama:
Dengan RFID, posisi pendaki bisa langsung diketahui oleh petugas. Hal ini tidak hanya memberi rasa aman bagi pendaki, tetapi juga mengurangi kekhawatiran keluarga yang menunggu kabar.
Cara Kerja Gelang RFID
Berdasarkan penjelasan resmi BB TNBTS, cara kerja gelang pelacak ini adalah:
Syarat Dokumen Pendakian
Pendaki juga harus melengkapi sejumlah dokumen. Persyaratan ini tercantum pada laman bromotenggersemeru.id sebagai acuan resmi calon pendaki, antara lain:
- Bukti pendaftaran & pembayaran.
- Surat pernyataan tanggung jawab.
- Daftar perlengkapan pribadi.
- Identitas diri (KTP) / Kartu Keluarga (KK) untuk yang belum punya KTP.
- Surat izin orang tua/wali (bagi pelajar/mahasiswa).
- Surat keterangan sehat.
- Surat permohonan organisasi (jika ikut organisasi pecinta alam).
- Kartu anggota organisasi / kartu mahasiswa / kartu pelajar.
Dengan kebijakan baru ini, pendakian Semeru menjadi lebih aman, terpantau, dan tertib. Teknologi RFID memberi perlindungan ekstra tanpa mengurangi keindahan pengalaman mendaki.
Bagi calon pendaki, pastikan melengkapi dokumen, memahami alur pendakian, dan menjaga kelestarian alam Semeru. Karena mendaki bukan hanya tentang menaklukkan puncak, tetapi juga tentang keselamatan dan konservasi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
