Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (Istimewa)
JawaPos.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan ekonomi melalui kolaborasi budaya dan pariwisata. Indonesia dianggap memiliki potensi besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan pagelaran Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta: Dari Danau Toba untuk Dunia di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Acara ini sebagai upaya meningkatkan wisatawan Danau Toba.
Pagelaran tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga selaku Ketua Dewan Penasehat pagelaran, serta dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian UMKM.
Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana mengatakan pelestarian budaya bisa dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi.
"Kementerian UMKM berkolaborasi menghadirkan kekayaan budaya Batak yang berpadu dengan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pagelaran opera," ujar Reghi, Senin (13/7).
Opera Batak yang ditampilkan mengangkat berbagai perjalanan sejarah dan peradaban masyarakat Batak, mulai dari kisah asal mula Danau Toba, perjuangan Sisingamangaraja XII melawan penjajah, kiprah Ludwig Ingwer Nommensen dalam penyebaran agama Kristen dan pembangunan pendidikan, hingga dinamika masyarakat Batak pada masa kini.
Pagelaran ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang promosi bagi produk-produk unggulan UMKM dari kawasan Danau Toba. Melalui eksibisi dan pasar kreatif, ratusan produk lokal seperti ulos, kerajinan tangan, kuliner khas, hingga berbagai komoditas unggulan daerah diperkenalkan kepada wisatawan.
"Gagasan menghidupkan kembali pertunjukan Opera Batak merupakan hal yang luar biasa. Apalagi kegiatan ini dikolaborasikan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM," imbuhnya.
Melalui kolaborasi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. "Ketika destinasi seperti Danau Toba menghadirkan pagelaran seni dan budaya yang berkualitas, kunjungan wisata akan meningkat, ekonomi kreatif bergerak, dan UMKM memperoleh peluang yang lebih besar untuk memasarkan produknya," jelasnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan, Opera Batak memiliki nilai budaya dan pesan moral yang sangat kuat bagi masyarakat.
"Opera Batak ini sudah punah sejak lebih dari 40 tahun lalu. Terakhir saya menyaksikannya ketika masih duduk di sekolah dasar," ujar Lamhot.
Ia optimistis pagelaran Tona Sian Huta dapat menjadi momentum kebangkitan Opera Batak sekaligus mendorong pembangunan ekonomi kawasan Danau Toba melalui penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.
"Opera Batak harus terus dilestarikan. Melalui penyelenggaraan acara ini, saya berharap Opera Batak bangkit kembali dan dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun," pungkasnya.