
Kawasan Mawatu hadir di Pantai Batu Cermin dengan lahan seluas 12 hektare melengkapi perkembangan destinasi wisata Labuhan Bajo, NTT.(Istimewa)
JawaPos.com – Berkembangnya Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan berbasis keindahan alam mendorong perkembangan wilayah dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan pariwisata Indonesia.
Perkembangan tersebut tercermin dari meningkatnya aktivitas perjalanan menuju Nusa Tenggara Timur. Data BPS Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah penumpang angkutan udara pada Maret 2026 mencapai 223.302 orang, meningkat 33,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama Nusa Tenggara Timur pada April 2026 mencapai 26.604 kunjungan, meningkat 31,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 40,97 persen, meningkat 8,87 persen secara tahunan.
Bandara Komodo Labuan Bajo menjadi salah satu simpul utama pergerakan udara dengan kontribusi 23,93 persen terhadap total penerbangan di Nusa Tenggara Timur. Dari sisi pariwisata, kebutuhan terhadap akomodasi dan pengalaman perjalanan berkualitas juga terus berkembang.
Baca Juga:Temui Pecalang dan Ojol di Bali, Kapolri Dorong Kolaborasi Jaga Keamanan Destinasi Wisata Dunia
Melihat potensi pertumbuhan Labuan Bajo tersebut, Mawatu hadir di Pantai Batu Cermin dengan visi menjadi The New City Center of Labuan Bajo. Berdiri di atas lahan seluas 12 hektare, Mawatu dirancang sebagai pusat kota baru dengan konsep yang menghubungkan delapan pilar utama, yaitu hospitality, lifestyle, culture, culinary, creative, maritime, nature, dan community.
Seluruh pilar tersebut dikembangkan untuk saling melengkapi dalam menghadirkan destinasi yang lebih lengkap bagi wisatawan sekaligus mendukung perkembangan komunitas lokal Labuan Bajo.
Pada pilar gaya hidup, Mawatu menghadirkan ruang aktivitas baru melalui kawasan komersial dengan beragam tenant ritel dan kuliner, serta Cinema XXI sebagai bioskop modern pertama di Pulau Flores yang menjadi bagian dari pengalaman hiburan baru bagi masyarakat dan wisatawan.
Pada pilar alam, Mawatu memanfaatkan karakter unik Labuan Bajo dengan menghadirkan pengalaman kawasan yang terhubung dengan berbagai lanskap alami. Kawasan ini menggabungkan panorama pantai, ekosistem mangrove, serta perbukitan alami yang menjadi bagian dari daya tarik utama Mawatu.
Pada pilar budaya dan komunitas, Mawatu menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan lokal Labuan Bajo melalui berbagai aktivitas budaya, termasuk pertunjukan seni di amphitheater serta kolaborasi bersama pengrajin tenun lokal dan komunitas kreatif setempat.
Melalui pendekatan tersebut, Mawatu tidak hanya menghadirkan fasilitas, tetapi menciptakan ruang yang mempertemukan wisatawan, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif dalam satu lingkungan yang saling terhubung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022