Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 19.36 WIB

Bupati Fauzi Ingin Tongtong Tetap Diminati Anak Muda, Festival Jadi Ruang Regenerasi

MUSIK TRADISIONAL: Seorang penari pengiring berlenggok mengikuti irama musik tongtong di Jalan Uril Sumoharjo, Pabian, Kecamatan Kota Sumenep. (Isimewa). - Image

MUSIK TRADISIONAL: Seorang penari pengiring berlenggok mengikuti irama musik tongtong di Jalan Uril Sumoharjo, Pabian, Kecamatan Kota Sumenep. (Isimewa).

JawaPos.com – Keberlangsungan musik tongtong Sumenep tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering festival digelar, tetapi juga sejauh mana generasi muda tertarik untuk mengenal dan meneruskan kesenian tersebut. Regenerasi menjadi salah satu tantangan penting agar musik tradisional khas Madura itu tidak tergerus perkembangan zaman.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menilai, kreativitas dalam mengembangkan aransemen menjadi salah satu cara untuk menjaga ketertarikan masyarakat, khususnya kalangan muda, terhadap musik tongtong. Menurutnya, festival harus dimanfaatkan sebagai ruang bagi seniman untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melahirkan inovasi baru. 

"Pelaku musik tong-tong berkreativitas dalam aransemen menjadi bagian penting agar masyarakat semakin meminati musik tong-tong, khususnya generasi muda," katanya.

Fauzi menjelaskan, perpaduan ritme, pola tabuhan, kekompakan pemain, serta pengembangan komposisi dapat menciptakan pertunjukan yang lebih dinamis tanpa meninggalkan karakter tradisionalnya. 

Dia menegaskan, upaya menarik minat generasi muda tidak boleh dilakukan dengan menghilangkan nilai-nilai yang menjadi identitas musik tongtong. Sebaliknya, inovasi harus menjadi jembatan agar kesenian tersebut tetap relevan dan dapat diterima oleh berbagai kalangan.

"Para seniman menjadikan setiap festival sebagai ruang untuk berkreasi dan melahirkan aransemen serta pertunjukan yang semakin berkualitas," ucapnya.

Fauzi berharap, festival musik tongtong dapat terus melahirkan kreativitas dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. "Dengan keterlibatan generasi penerus musik tongtong harus tetap lestari dan berkembang sebagai warisan budaya," ucapnya. (tif)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore