
Wisatawan mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Jumat (4/12). Fikri Yusuf/Antara
JawaPos.com–Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, kembali membuka kunjungan bagi wisatawan setelah ditutup sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.
”Sejak kemarin kami telah membuka kunjungan bagi wisatawan. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung, kami menerapkan protokol Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB),” ujar GM Marketing Communications & Event GWK Andre R. Prawiradisastra seperti dilansir dari Antara di Badung, Sabtu (5/12).
Dia mengatakan, keputusan pembukaan kawasan tersebut diambil manajemen GWK Cultural Park setelah melihat perkembangan penanganan Covid-19 khususnya di Bali. Pihaknya juga berkoordinasi secara efektif dengan pihak-pihak terkait dari pemerintahan, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Bali, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pelaksanaan protokol kesehatan di kawasan GWK mengacu pada sertifikasi Tata Kelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada masa pandemi Covid-19 yang telah diterima GWK Cultural Park pada Juli.
”Setiap wisatawan yang berkunjung ke GWK Cultural Park diwajibkan mengenakan masker selama di dalam kawasan. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi seluruh wisatawan yang masuk kawasan,” ujar Andre.
Selain bagi para wisatawan, pihaknya juga mewajibkan seluruh karyawan yang bertugas menjalani screening tes cepat Covid-19 dan menjalani pengecekan suhu tubuh secara rutin.
Pengelola GWK juga menyediakan 20 titik hand sanitizer, wastafel cuci tangan, pengaturan jarak di loket tiket, serta rambu imbauan untuk penerapan 3M atau memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, yang disebar di kawasan GWK Cultural Park.
Andre menjelaskan, di beberapa lokasi yang tertutup, juga telah diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung khususnya di area Pedestal Patung GWK.
”Kami batasi yang masuk ke dalam pedestal patung GWK hanya 100 orang pada saat yang bersamaan, dari kapasitas maksimal 500 orang. Kalau di kawasan luar karena kawasannya luas, kami tidak melakukan pembatasan tetapi ada petugas yang mengawasi protokol kesehatan untuk wisatawan,” terang Andre.
Pada hari pertama pembukaan yaitu Jumat (4/12), animo dan respons masyarakat yang mengunjungi GWK Cultural Park sangat tinggi. Pada satu hari tersebut, sekitar 800 orang tercatat melakukan kunjungan ke GWK.
”Kami buka juga memanfaatkan potensi kunjungan wisatawan domestik yang diperkirakan meningkat saat periode libur Natal dan libur akhir tahun mendatang. Jadi kami mengambil momen itu tapi tidak meninggalkan protokol kesehatan yang ketat di kawasan,” tutur Andre.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=w9CkhptzA8U

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
