
TERBATAS: Asmara Hadi (kiri) dan Samsul Arifin, penggiat durian, menunjukkan durian dop asal Nganjuk. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Durian yang satu ini mempunyai ciri yang begitu khas. Bentuknya unik, menyerupai bola lampu. Sejak dua tahun terakhir, durian ini makin ngetop.
TIDAK sulit untuk mencari durian di Kabupaten Nganjuk. Di sana, ada sejumlah sentra budi daya buah tersebut. Salah satu yang bisa menjadi jujukan adalah Desa Duren, Kecamatan Sawahan.
Dari pusat kota, dibutuhkan waktu sekitar setengah jam perjalanan untuk menuju ke sana. Para pengunjung bakal melintasi jalanan di kawasan hutan perbukitan pegunungan Wilis. Bagi sebagian orang, bisa jadi perjalanannya cukup melelahkan.
Namun, rasa lelah itu terbayar begitu tiba. Sesuai dengan nama desanya, deretan pohon durian langsung menyapa para pengunjung. Di sana, ada sekitar 50 ribu pohon yang tersebar di seluruh desa.
Karena itu pula, wilayah itu dikenal sebagai salah satu ”desa durian”-nya Nganjuk. Mayoritas durian di sana adalah jenis lokal.
Dari sekian varietas lokal, salah satu yang mulai ngetop adalah durian dop. Durian yang satu ini hanya bisa ditemui di Dusun Bomo, salah satu dusun di Desa Duren.
Asal usul nama durian tersebut disesuaikan dengan bentuknya. Dari ujung tangkai agak kurus, lalu membesar di bagian bawah. Bentuknya menyerupai sebuah bola lampu yang menggantung.
https://www.youtube.com/watch?v=f6WXMU7sxt8
Selain itu, ciri lain yang membuat durian tersebut mudah dikenali adalah kulitnya yang hijau. Durinya pendek dan berjarak. Bobotnya pun lumayan besar, bisa sampai 2 kilogram. ”Durian ini ngetop sejak 2–3 tahun terakhir,” ujar Rusman, petani dan pemilik pohon durian dop.
Salah satu kelebihan durian itu adalah kulitnya yang tipis. Baik di ujung maupun bagian tengahnya. Karena itu, kandungan buah di tiap juringnya cukup besar.
Alasan lain yang membuat durian tersebut makin ngetop adalah rasanya. Saat kali pertama mencicipinya, penikmat akan dikejutkan dengan rasa pahit yang kuat. Rasa manisnya sedikit kalah. Sensasi itu bertahan cukup lama di lidah, bahkan setelah durian habis. Selain itu, ada rasa sedikit gurih vanila yang muncul.
Dagingnya juga pulen, lengket, sekaligus lembut. Selain itu, ketebalannya memberikan sensasi yang sempurna. Para penggemar bisa menikmati sensasi lain dari durian dop. Yakni, ketika mencoba durian jatuhan yang sudah berusia semalam. Hidung bisa dibuat dingin semriwing. Saat dicoba, mulut dan tenggorokan terasa hangat seperti makan tape, tapi lebih nikmat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
