Ilustrasi planet Merkurius (Dok. Pixabay)
JawaPos.com - Planet Merkurius telah memasuki periode retrograde sejak Jumat, 14 Maret lalu. Bagi yang senang mempelajari zodiak dan astrologi, pasti sering mendengar mercury retrograde di dalam bacaannya. Jadi, apa itu sebenarnya mercury retrograde? Mari kita kupas lebih dalam.
Mercury retrograde ialah sebuah fenomena astronomi yang terjadi tiga sampai empat tahun sekali di mana Planet Merkurius terlihat bergerak mundur dari arah orbit yang seharusnya.
Setiap planet di tata surya kita, termasuk Bumi, memiliki jalur orbit mengelilingi Matahari dengan jarak dan kecepatan yang berbeda-beda. Dari permukaan planet Bumi, semasa kita bergerak pula, kita dapat mengamati planet-planet lain bergerak di langit.
Dari perspektif penghuni Bumi, terkadang pergerakan planet lain seakan-akan mengerem haluannya lalu berbalik mundur. Ini merupakan ilusi optik yang disebabkan oleh posisi orbit Bumi dengan planet yang terkena efek retrograde.
Nyatanya, sebuah planet tidak akan bisa bergerak mundur, hanya terus maju mengikuti arah orbitnya saja baik itu searah atau melawan jarum jam. Makanya retrograde pun lazim disebut sebagai fenomena gerakan semu mundur.
Dalam astrologi, periode retrograde dianggap sebagai masa yang menimbulkan kebingungan. Kalian akan merasa mudah frustrasi dan proyek yang sedang dikerjakan rawan tertunda. Periode ini mendorong kita untuk melakukan refleksi diri.
Meski rawan linglung, di waktu yang sama masa retrograde akan meningkatkan kemampuan intuitif kita. Kejadian “kebetulan” banyak terjadi karena kita lebih sensitif terhadap kesamaan pola secara tidak sadar.
Planet Merkurius dalam astrologi dikaitkan dengan aspek komunikasi, baik itu lisan dan tulisan. Ia berpengaruh dalam aksi menulis, membaca, mendengarkan serta berbicara. Secara aktivitas, ia membawahi negosiasi dan kontrak.
Selain itu, ia juga mewakili aspek perjalanan dan kendaraan. Lagipula dalam mitologi, Merkurius merupakan sang dewa pembawa pesan dengan kemampuan kecepatan yang tinggi. Makanya planet yang paling dekat dengan Matahari ini dipanggil Merkurius oleh astronom, karena ia menyelesaikan satu putaran revolusi dalam jangka waktu 88 hari.
Ketika Merkurius sedang retrograde, disarankan untuk menjaga waktu tetap fleksibel dan bersabar jika terjadi miskomunikasi dan perubahan jadwal.
Selalu berpikir dua kali sebelum berbicara atau mengirim pesan, serta hindari menandatangani sebuah kontrak jika belum yakin dengan isinya. Teliti dengan struk pemesanan serta jadwal yang didapatkan, serta periksa kembali tugas sebelum diselesaikan dan dikumpulkan.
Tetap tenang, dan jangan terburu-buru. Biarkan miskomunikasi terselesaikan dengan sendirinya. Persiapkan saja rencana yang matang serta segala prosedur cadangannya.
Jadi, kapan saja periode retrograde Planet Merkurius terjadi sepanjang tahun 2025? Berikut tanggal-tanggalnya, dikutip dari situs Almanac, Sabtu (29/3).
Baca Juga: 3 Zodiak yang Paling Sering Menyembunyikan Perasaan, Jarang Mengungkapkannya dengan Kata-Kata

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
