Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Juli 2025 | 20.00 WIB

4 Zodiak yang Merasa Tidak Aman Secara Emosional Sejak Kecil dan Masih Belajar Apa Itu Rasa Aman: Pandangan Psikologis dan Astrologi yang Menggugah

Ilustrasi 12 zodiak. (Freepik) - Image

Ilustrasi 12 zodiak. (Freepik)

JawaPos.com- Waktu umur tujuh tahuh, aku bisa membaca buku di bawah meja saat makan malam keluarga. Bukan kareba aku anak yang terlalu tajin belajar, tapi karena di sana aku merasa bisa bernapas tanpa harus menjelaskan siapa diriku.

Cerita ini mungkin terasa familiar. Tidak semua dari kita tumbuh dalam rumah yang kasar atau keras secara fisik, tapi banyak yang tumbuh dalam keheningan emosional—tempat di mana kebutuhan batin tidak dianggap penting, di mana kerentanan dipandang sebagai kelemahan, atau di mana anak-anak belajar untuk diam sebagai bentuk perlindungan.

Keamanan emosional di masa kecil bukan berarti hidup tanpa masalah. Tapi itu tentang memiliki ruang untuk merasa. Tentang tahu bahwa perasaanmu valid, dan bahwa kamu tidak akan dihukum karena memilikinya.

Dilansir dari laman My Inner Creative, dan bagi beberapa zodiak—yang secara astrologis dikenal lebih sensitif, introspektif, dan reflektif—hal ini menjadi luka lama yang dibawa ke masa dewasa. Mereka tumbuh dewasa sambil terus mencari arti sebenarnya dari rasa aman. Dan inilah empat zodiak yang paling menonjol dalam perjalanan tersebut.

1. Cancer (21 Juni - 22 Juli): Merasa Segalanya Tapi Tidak Pernah Bisa Mengungkapkan

Cancer adalah zodiak yang dikenal paling peka secara emosional. Mereka menangkap sinyal emosional sebelum bisa memahami maknanya. Bahkan sejak kecil, Cancer dapat merasakan perubahan suasana hati di sekitarnya dengan sangat jelas—terkadang bahkan sebelum orang dewasa di sekitar mereka menyadarinya.

Cancer adalah zodiak yang diperintah oleh Bulan—planet yang mengatur emosi, intuisi, dan naluri keibuan. Anak-anak Cancer cenderung sangat terhubung dengan lingkungan emosional mereka. Sayangnya, jika dibesarkan di rumah yang tidak konsisten secara emosional atau minim afeksi, mereka belajar untuk menjadi penjaga suasana hati keluarga. Mereka mencoba menenangkan, menyenangkan, dan menghindari konflik.

"Saya tidak boleh membuat masalah."
"Kalau aku menangis, nanti orang tua malah kesal."
"Lebih baik aku diam dan tidak merepotkan."

Frasa-frasa ini mungkin tidak pernah diucapkan langsung oleh anak Cancer, tetapi hidup di dalam kepala mereka.

Sebagai orang dewasa, Cancer sering memprioritaskan perasaan orang lain dan menekan emosi sendiri. Mereka menjadi sangat baik dalam memberi cinta, tetapi kesulitan menerimanya. Mereka mendambakan kedekatan, tapi sekaligus takut akan penolakan. Mereka bisa terlihat sangat perhatian, tapi sebenarnya merasa kesepian karena jarang ada yang sungguh melihat luka batin mereka.

Cancer juga cenderung merasa bersalah saat mengungkapkan kebutuhan mereka sendiri. Mereka terbiasa merasa bahwa emosi mereka terlalu berat untuk ditanggung orang lain. Ini menyebabkan mereka menutup diri ketika sebenarnya butuh bantuan.

Jalan Menuju Penyembuhan
Validasi diri sendiri. Cancer perlu belajar bahwa perasaannya valid tanpa perlu pembenaran eksternal.

Berani membuka diri secara bertahap. Rasa aman bukan berarti tidak pernah disakiti, tapi tahu bahwa kamu tetap layak dicintai meski terluka.

Belajar membedakan antara memberi dan mengorbankan diri.

2. Virgo ( 23 Agistus - 22 September ) : Anak Baik yang Menyimpan Segalanya Sendiri

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore