Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 06.16 WIB

Rahasia Gaib Weton Wage dan Aji Pagar Gaib: Kekuatan Tersembunyi yang Bikin Merinding Menurut Primbon Jawa

Banyak yang meremehkan weton Wage sebagai lambang kesialan.  Foto: Freepik - Image

Banyak yang meremehkan weton Wage sebagai lambang kesialan. Foto: Freepik

JawaPos.com-Sejak ratusan tahun lalu, leluhur Jawa percaya bahwa weton bukan hanya sekadar hitungan hari lahir, melainkan juga cerminan karakter, jalan hidup, hingga pintu gaib yang menghubungkan manusia dengan energi semesta.

Di antara lima pasaran Jawa—Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon—weton Wage sering dipandang sebelah mata. Banyak orang menganggapnya lemah, penuh kesialan, bahkan sering jadi bahan hinaan. Namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

Dilansir dari kanal Ngaos Jawa, orang berweton Wage sering kali bagaikan cermin semesta: siapa yang meremehkan, dialah yang akan merasakan akibatnya.

Dalam tradisi lisan, weton Wage kerap dicap sebagai weton “buntut”, alias paling rendah kedudukannya di antara lima pasaran. Konon, mereka dianggap:

  • Kurang hoki dalam urusan ekonomi,

  • Penuh keterbatasan,

  • Sulit mencapai kedudukan tinggi.

    • Banyak orang Wage yang justru hidup panjang umur.

  • Mereka dikenal tangguh, sabar, dan memiliki daya tahan batin luar biasa.

  • Energi mereka sering membuat orang yang meremehkan justru celaka sendiri.

  • Menurut primbon Jawa, setiap weton memiliki neptu (nilai angka). Wage memiliki neptu 4, angka yang dianggap sederhana tapi penuh rahasia.

    • Angka kecil bukan berarti lemah, melainkan tenang, stabil, dan mampu memantulkan energi.

  • Wage ibarat air diam yang dalam—tampak tenang, tapi menyimpan kekuatan besar di kedalaman.

  • Filosofi ini membuat orang Wage bagaikan cermin gaib: energi baik akan berbalik membawa berkah, energi buruk akan kembali menghantam pengirimnya.

    Alkisah, seorang pemuda Wage bernama Sutrisno sering dihina tetangganya karena dianggap malas dan tidak punya masa depan. Namun suatu ketika, tetangga yang menghina itu justru tertimpa musibah beruntun: usahanya bangkrut, keluarganya sakit-sakitan. Anehnya, Sutrisno justru mulai bangkit dengan usaha kecilnya yang semakin maju.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore