
seseorang yang memiliki persahabatan yang kuat. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Persahabatan adalah salah satu hubungan paling bermakna dalam kehidupan manusia. Namun, tidak semua persahabatan mampu bertahan dalam jangka panjang. Ada yang tetap hangat dan kuat hingga puluhan tahun, sementara yang lain perlahan memudar, bahkan tanpa konflik besar yang jelas.
Menurut psikologi, perbedaan ini bukan sekadar soal “cocok” atau “tidak cocok”. Ada pola perilaku tertentu yang secara konsisten ditemukan pada persahabatan yang bertahan lama.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku utama yang menjadi pembeda antara persahabatan yang langgeng dan yang akhirnya berpisah.
1. Kemampuan Berkomunikasi Secara Jujur dan Terbuka
Persahabatan yang bertahan lama ditopang oleh komunikasi yang sehat. Ini bukan hanya soal sering berbicara, tetapi tentang keberanian untuk jujur—bahkan ketika topiknya sulit.
Orang yang mempertahankan persahabatan puluhan tahun cenderung:
Mengungkapkan perasaan tanpa menyalahkan
Mau mendengarkan tanpa defensif
Tidak memendam masalah terlalu lama
Sebaliknya, persahabatan yang berakhir sering kali dipenuhi asumsi, salah paham, dan komunikasi yang dihindari.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
