JawaPos.com - WhatsApp dilaporkan mulai menguji pembatasan baru yang dapat membuat pengguna tidak bisa masuk ke akun jika sistem operasi Android atau iOS di ponselnya sudah terlalu lama. Pengguna akan diminta memperbarui sistem operasi terlebih dahulu sebelum kembali mengakses WhatsApp.
Perubahan ini dilakukan melalui server-side update, sehingga pengguna tidak harus memasang versi aplikasi WhatsApp tertentu untuk mendapatkan aturan baru tersebut. Fitur ini juga dilaporkan mulai digulirkan ke perangkat Android dan iPhone.
WhatsApp Minta Sistem Operasi Diperbarui
Dalam mekanisme baru tersebut, pengguna yang sistem operasinya dianggap sudah tidak memenuhi persyaratan akan melihat layar peringatan ketika mencoba masuk ke WhatsApp.
Baca Juga: 5 Manfaat Gemini di HP Android, Bukan Cuma Buat Tanya Jawab
Pesan itu meminta pengguna membuka menu Settings di ponsel dan memasang pembaruan sistem operasi yang tersedia. Setelah proses pembaruan selesai, pengguna dapat kembali mencoba masuk ke akun WhatsApp.
Layar yang sama juga memberikan informasi mengenai cara memeriksa versi Android atau iOS yang sedang digunakan. Dengan begitu, pengguna bisa mengetahui apakah perangkatnya memang menjalankan sistem operasi yang sudah terlalu lama.
Yang perlu diperhatikan, proses tersebut tidak dapat dilewati. WhatsApp dilaporkan akan menahan akses masuk sampai sistem operasi diperbarui.
Mengapa WhatsApp Membatasi HP dengan OS Lama?
Dilansir dari WABetaInfo, langkah tersebut kemungkinan berkaitan dengan faktor keamanan. Sistem operasi lama lebih berisiko memiliki celah keamanan yang sudah diketahui dan berpotensi dimanfaatkan oleh penyerang.
Penyerang biasanya memanfaatkan kerentanan yang belum ditambal untuk memasang malware atau mengambil alih fungsi tertentu pada perangkat. Jika sebuah ponsel sudah terinfeksi, akun WhatsApp yang digunakan di dalamnya juga dapat menjadi jalur penyebaran tautan atau file berbahaya kepada kontak lain.
Karena itu, enkripsi end-to-end WhatsApp tidak otomatis menghilangkan seluruh risiko keamanan. Perlindungan percakapan tetap dapat terbatas ketika perangkat yang digunakan sudah lebih dulu terkena malware.
Misalnya, seseorang menerima tautan berbahaya dari kontak yang dipercaya. Meski percakapan WhatsApp terlindungi dengan enkripsi end-to-end, perangkat penerima tetap bisa berada dalam bahaya jika tautan tersebut digunakan untuk mengeksploitasi celah keamanan sistem operasi.
Belum Jelas Versi Android dan iOS Mana yang Terdampak
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti versi Android dan iOS mana yang menjadi sasaran pembatasan tersebut. WhatsApp juga belum menjelaskan apakah aturan ini akan diberlakukan secara luas atau hanya untuk sistem operasi tertentu yang sudah dianggap terlalu berisiko.
Karena pembaruan dilakukan dari sisi server, pengguna yang tiba-tiba menemukan layar tersebut tidak selalu harus mencari versi WhatsApp terbaru. Hal pertama yang perlu diperiksa justru adalah versi sistem operasi ponsel.
Jika peringatan muncul, pengguna cukup mengikuti instruksi untuk memperbarui sistem operasi melalui pengaturan perangkat. Setelah pembaruan selesai, akses ke WhatsApp dapat dicoba kembali.
Bagi pengguna dengan ponsel lama, perubahan ini menjadi pengingat bahwa dukungan aplikasi tidak hanya bergantung pada versi aplikasi. Ketika sistem operasi sudah tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan, sejumlah layanan digital juga dapat mulai membatasi akses demi mengurangi risiko terhadap pengguna dan kontak mereka.