← Beranda
Januari 2019, Markas Perjuangan Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng
Yusuf Asyari• Minggu, 9 Desember 2018 | 02.15 WIB
Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said, memberikan arahannya seusai peresmian Posko Relawan Prabowo-Sandi di Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Sabtu (8/12).

JawaPos.com - Mulai Januari 2019, markas perjuangan Calon Pilpres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal bergeser ke Jawa Tengah. Ini disampaikan Sudirman Said kala meresmikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Sabtu (8/12).


Sudirman yang hadir sebagai Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan, Jateng merupakan provinsi penting. Yang harus dimenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 pada Pilpres 2019 besok.


"Kemenangan di Jateng besar pengaruhnya secara nasional," kata Sudirman, yang juga Koordinator Relawan PADI Jateng ini. Sandi, kata Sudirman, juga sudah menaruh perhatian khusus pada provinsi yang dikenal sebagai Kandang Banteng atau basisnya PDIP.


Dengan perhatian Sandi yang lebih di Jateng, Sudirman optimis persentase perolehan suara pasangan nomor 02 akan melampaui suaranya di Pilgub Jateng 2018 lalu. "Saya meyakini hasilnya akan lebih baik dari hasil Pilgub. Karena Sandi akan lebih banyak turun menyapa masyarakat Jateng," sambung Mantan Menteri ESDM itu.


Sebagaimana diketahui, pada Pilgub Jateng 2018 lalu, Sudirman tanpa diduga mampu meraup suara hingga 41,23 persen. Maka, menurutnya, itu adalah modal yang harus dijaga dan dipertahankan. 


Dengan alasan itu pula, ia diminta bertanggung jawab untuk menjaga, bahkan meningkatkan suara di Jateng. Mengingat, Pilpres 2014 lalu, Prabowo kalah telak dari Joko Widodo di sana. Dari selisih delapan juta suara secara nasional, enam juta diantaranya dari Jateng.


"Kalau persentase perolehan suara pasangan 02 nanti seperti Pilgub Jateng kemarin saja Insyaallah kita menang," cetusnya. 


Sebelumnya, Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso pada Selasa (4/12) lalu di Semarang, juga sudah menyatakan niatannya untuk pindah ke Kota Solo, Jawa Tengah. Upaya itu dilakukannya tak lain guna mengomandoi secara langsung paslon Pilpres jagoannya.

EDITOR: Yusuf Asyari