JawaPos.com – Banjir di Kota Padang, Sumatra Barat menjadi atensi Anggota Komisi VII DPR RI Athari Gauthi Ardi.
Ia meminta pemenuhan kebutuhan warga terdampak menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana banjir tersebut.
Ia berpesan agar proses evakuasi berjalan lebih cepat, terutama bagi warga yang masih terjebak banjir dan butuh pertolongan.
"Dalam situasi seperti ini, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Warga yang terdampak perlu segera mendapatkan pertolongan dan dipastikan berada di tempat yang aman," kata Athari di Jakarta, Sabtu (10/10) sebagaimana dilansir dari Antara.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Kota Padang, 225 KK di 3 Kecamatan Terdampak
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar I itu meminta agar petugas di lapangan memastikan bantuan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memerlukan penanganan khusus.
"Jangan sampai ada warga yang kesulitan mendapatkan bantuan. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat berlindung harus diperhatikan agar masyarakat bisa melewati kondisi darurat ini dengan baik," lanjutnya.
Ia juga berharap penanganan banjir tidak berhenti setelah air surut, karena upaya pemulihan warga terdampak juga memerlukan perhatian.
"Setelah kondisi mulai membaik, masyarakat juga perlu mendapat perhatian agar bisa kembali beraktivitas dengan aman. Kita berharap seluruh warga terdampak diberi keselamatan dan situasi segera pulih," ujar Athari.
Baca Juga: Tim SAR Temukan 1 Korban Hilang Banjir Bandang Solok dalam Kondisi Meninggal Dunia
Sebelumnya, banjir melanda Kota Padang setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu siang.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Kecamatan Kuranji, Kecamatan Koto Tangah, dan Kecamatan Nanggalo menjadi wilayah yang terdampak cukup parah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan petugas saat ini berfokus mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
"Fokus kita saat ini melakukan evakuasi warga yang terjebak," katanya.
Di Kecamatan Kuranji, kawasan Guo Lapau Munggu menjadi salah satu titik terdampak paling parah.
Baca Juga: Banjir Bandang Melanda Tanggamus Lampung, Sebanyak 150 KK Terdampak
Sementara di Kecamatan Koto Tangah, banjir melanda kawasan Lumin Park dan Kampung Apa.
Hendri mengatakan banjir juga terjadi di sejumlah wilayah lain, meski dampaknya tidak separah di titik-titik tersebut.
"Terparah di sana. Memang ada di daerah lain, namun tidak separah lokasi-lokasi itu (Guo Kuranji dan Lumin Park)," ungkapnya.