JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut hujan alami di wilayah tersebut diperkirakan baru turun pada pertengahan November 2026.
Hal itu disampaikan saat meninjau penanganan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin, Senin (12/10).
“Karena seperti yang disampaikan oleh BMKG, hujan alami itu baru akan hadir di Kalimantan Selatan ini pada pertengahan November atau dasarian kedua November,” kata Raja Juli.
Menurutnya, perkiraan tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan karhutla masih harus dilakukan secara intensif selama sekitar satu bulan ke depan. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diminta menjaga kesiapsiagaan agar kebakaran tidak meluas maupun kembali muncul di wilayah yang telah ditangani.
Baca Juga: KAI Daop 8 Layani 182 Ribu Pelanggan Mancanegara Selama 2026
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan para relawan dalam mengantisipasi ancaman kebakaran. Koordinasi yang solid dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif.
“Oleh karena itu, masih ada sekitar satu bulan lagi ya, di mana saya berharap di bawah pimpinan Pak Gubernur, Kapolda, Pak Pangdam, dengan Manggala Agni, dengan relawan, semuanya untuk tetap waspada,” tegasnya.
Ia mengingatkan, karakteristik lahan gambut di sejumlah wilayah Kalsel membuat potensi karhutla perlu mendapat perhatian serius. Apabila pengawasan dan upaya pemadaman tidak dilakukan secara konsisten, api berisiko kembali membesar dan memicu kebakaran yang lebih luas.
“Karena apabila kita lengah, Anda tahu di basisnya gambut, maka kebakaran ini satu waktu akan bisa meledak kembali,” ujarnya.
Meski demikian, Raja Juli menyatakan optimistis bahwa kerja sama seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap terkendali hingga hujan alami tiba. Ia berharap koordinasi yang telah terbangun terus dipertahankan agar upaya penanganan karhutla di Kalimantan Selatan berjalan maksimal.
“Insyaallah saya percaya ya dengan koordinasi yang sangat baik,” pungkasnya.