JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan akan mendahulukan proses merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, diantaranya PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya.
Seiring dengan itu, Danantara juga melakukan restrukturisasi terhadap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), yang proses merger-nya ditargetkan menyusul setelah restrukturisasi.
“Bahwa merger PTPP, Adhi Karya, kemudian Brantas Abipraya dan Nindya Karya, ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya. Sehingga kita mulai melakukan merger ini dulu. Kemudian baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi. itu ada WIKA dan Waskita," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat (2/10).
Dony menjelaskan, Danantara akan fokus terhadap proses merger ke empat perusahaan BUMN Karya terlebih dahulu, setelahnya baru akan berfokus pada dua perusahaan yang membutuhkan langkah restrukturisasi lebih kompleks.
Baca Juga: WIKA Ajukan Restrukturisasi Utang Rp 27,8 Triliun Tahun ini
Ia menyebut, Wijaya Karya dan Waskita Karya menjadi perusahaan yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses restrukturisasi karena membutuhkan sejumlah langkah, termasuk optimalisasi atau investasi aset serta penurunan beban utang.
"Terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau yang PT Hutama Karya, mereka relatively sehat. Jadi hanya WIKA, Waskita yang akan menjadi persoalan," ujar Dony.
Dony menjelaskan, Danantara saat ini tengah melakukan penataan terhadap perusahaan-perusahaan BUMN melalui empat skema, yaitu penutupan atau likuidasi, divestasi, konsolidasi, serta restrukturisasi.
Untuk perusahaan yang masuk dalam skema restrukturisasi, Ia menjelaskan langkah yang dilakukan dapat berupa penambahan ekuitas, injeksi aset, maupun restrukturisasi pinjaman.
Baca Juga: PTPP Masuki Tahap Implementasi Restrukturisasi melalui Penandatanganan MRA
"Ini sudah selesai kita tentukan, sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan saja yang kita kelola," ujar Dony.
Selain sektor konstruksi, ia mengungkapkan Danantara juga tengah melakukan proses konsolidasi terhadap perusahaan-perusahaan BUMN sektor asuransi.
Baca Juga: Merger Adhi Karya dan PTPP Dikebut Selesai Akhir 2026
Pihaknya menargetkan, merger perusahaan BUMN asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit dapat selesai pada akhir tahun 2026, termasuk perusahaan asuransi berbasis syariah.