JawaPos.com - Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan 3 juta rumah berlangsung di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Salah satunya terlihat dalam Program Gotong Royong Bedah Rumah yang digelar di Kelurahan Mokau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sultra, pada Rabu (30/9) lalu.
Kolaborasi tersebut melibatkan pemda, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, BAZNAS, dunia usaha, serta sejumlah pihak lainnya.
Program Gotong Royong Bedah Rumah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Program 3 Juta Rumah nasional.
Baca Juga: KH Adrian Mafatihullah Karim: Laki-Laki di Rumah Father, di Luar Fighter
Melalui skema gotong royong, penanganan rumah tidak layak huni diharapkan dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak pihak.
Keterlibatan dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan dibutuhkan untuk memperluas jangkauan program perumahan, termasuk dalam penanganan rumah tidak layak huni di daerah.
Salah satu perusahaan yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut yakni Ceria Corp, perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel 100 persen Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang beroperasi di Sultra.
Perusahaan itu turut menjadi donatur dalam Program Gotong Royong Bedah Rumah dan menerima Piagam Penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjalankan program perumahan bagi masyarakat.
Baca Juga: Inovasi Konstruksi Cepat, Dukung Target 3 Juta Rumah di Danantara Housing Expo 2026
menurut dia, program ini membutuhkan keterlibatan dan semangat gotong royong dari semua pihak karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.
“Karena itu, kami mengapresiasi seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan para donatur yang telah mengambil bagian. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap semakin banyak masyarakat Sulawesi Tenggara yang dapat memiliki dan menempati rumah yang layak,” ujar Andi Sumangerukka, dikutip Sabtu (3/10).
Menurut dia, pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga, institusi, hingga masyarakat dapat berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Kerja bersama tersebut diharapkan membantu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang memenuhi standar kelayakan.
Hal senada disampaikan Kajati Sulawesi Tenggara Sugeng Riyanta. Dia mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam program tersebut dan menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Percepat Perbaikan Rumah Rusak dan Huntara di NTT, Berikut Skema Pemberian Bantuan BNPB
“Kehadiran pemerintah, dunia usaha, Baznas, dan berbagai elemen lainnya menunjukkan bahwa persoalan rumah tidak layak huni dapat kita tangani bersama. Harapannya, program ini benar-benar memberikan manfaat dan menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat penerima,” ungkap Sugeng.
Program tersebut tidak hanya diarahkan pada perbaikan kondisi fisik bangunan. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat sekaligus mendukung kualitas kehidupan mereka.
Sementara itu, Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Abdul Haris Tatang mengatakan, dunia usaha dapat mengambil peran dalam agenda sosial melalui kolaborasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, rumah yang layak merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
“Kami mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi yang terbangun melalui program ini. Ceria dengan senang hati mengambil bagian dalam semangat gotong royong tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Tatang.
Baca Juga: 9 Cara Sederhana Meredakan Gejala Flu di Rumah
Selain bidang sosial, perusahaan menyebut telah menjalankan berbagai program yang mencakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, dan pengembangan masyarakat.