Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00.36 WIB

Inovasi Konstruksi Cepat, Dukung Target 3 Juta Rumah di Danantara Housing Expo 2026

Danantara Housing Expo 2026 digelar selama empat hari yaitu mulai 27 hingga 30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. (ANTARA) - Image

Danantara Housing Expo 2026 digelar selama empat hari yaitu mulai 27 hingga 30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. (ANTARA)

 
 
JawaPos.com — Dalam upaya mempercepat pemenuhan target pembangunan 3 juta rumah yang digagas pemerintah, PT Tatalogam Lestari (Tatalogam Group) turut hadir di Danantara Housing Expo 2026 yang digelar oleh Danantara Indonesia mulai 27 hingga 30 Agustus 2026 di NICE PIK, Jakarta Utara.

Mereka kembali memperkenalkan inovasi sistem konstruksi modern yang memungkinkan pembangunan rumah maupun gedung yang aman dan nyaman dalam waktu yang sangat singkat, yakni hanya hitungan hari.
 
Business Development Manager Tatalogam Lestari, Christi Pramudianti Wihardjono, menjelaskan bahwa Domus Fastrack merupakan inovasi sistem konstruksi bangunan modern berbasis baja ringan atau Light Gauge Steel Frame (LGSF) buatan Tatalogam Group. Sistem ini dirancang khusus untuk membuat proses pembangunan rumah maupun gedung menjadi jauh lebih cepat, presisi, dan efisien dibandingkan metode konvensional. 

Keunggulan ini pun langsung dibuktikan Tatalogam Lestari saat mendukung pembangunan konstruksi 6 unit rumah dan apartemen yang dijadikan unit pameran di Danantara Housing Expo kali ini. Dari tahap desain hingga konstruksi berdiri sepenuhnya, keenam unit tersebut hanya membutuhkan waktu 12 hari saja.
 
Christi memaparkan bahwa rangkaian proses pembangunan dimulai dari penyusunan desain arsitektur, yang kemudian dilanjutkan dengan pemodelan struktur secara menyeluruh. Selanjutnya dilakukan analisis struktur secara mendalam untuk memastikan bangunan nantinya benar-benar aman dan layak huni. Setelah seluruh aspek struktur dinilai memenuhi syarat dan layak dilanjutkan, barulah masuk ke tahap produksi yang dilakukan di pabrik milik perusahaan yang berlokasi di kawasan Cikarang, Bekasi.
 
“Jadi proses produksi itu berbasis hasil analisa struktur. Dan dalam satu rangkaian kerja, kami menggunakan sistem Computer-Aided Design (CAD) ke Computer-Aided Manufacturing (CAM), sehingga hasil produksi menjadi jauh lebih presisi dan bisa langsung dipasang di lokasi konstruksi tanpa ada sisa material yang berlebih,” jelas Christi.

Lebih lanjut, Christi menuturkan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya tumpukan kebutuhan perumahan atau backlog di Indonesia adalah proses konstruksi yang memakan waktu cukup lama. Proses yang berlarut-larut ini membuat biaya tenaga kerja semakin membengkak, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga jual rumah itu sendiri.

“Dengan sistem Domus Fastrack, proses konstruksi menjadi jauh lebih cepat karena seluruh material diproduksi sesuai kebutuhan di pabrik terlebih dahulu. Proses pengiriman pun menjadi lebih murah karena material yang kami gunakan lebih ringan. Banyak pengeluaran yang dapat dipangkas, sehingga tidak hanya pembangunan berjalan lebih cepat, tetapi harga rumah pun bisa menjadi lebih terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat,” tambah Christi.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa salah satu tujuan utama diselenggarakannya Danantara Housing Expo 2026 adalah untuk mendukung percepatan pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia, yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, masih terdapat sekitar 9,29 juta rumah tangga yang belum memiliki tempat tinggal, serta sekitar 18 juta rumah tangga lainnya yang masih menempati hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
 
Melalui pameran ini, Rosan berharap angka statistik tersebut dapat berubah ke arah yang lebih baik. Di pameran kali ini, telah hadir 12 pengembang BUMN yang menawarkan total 16.559 unit hunian dari 98 proyek berbeda. “Terdiri dari 6.611 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 9.948 unit untuk non-MBR,” ujar Rosan. 
 
Tak sekadar menyediakan beragam pilihan rumah dengan harga terjangkau, Danantara Housing Expo juga menawarkan kemudahan skema pembiayaan bagi masyarakat melalui kerja sama dengan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pameran ini ditargetkan dikunjungi lebih dari 50.000 orang. Secara keseluruhan, hadir lebih dari 130 pengembang BUMN maupun swasta yang menawarkan total lebih dari 120.000 unit hunian dengan rentang harga yang beragam.
 
“Jika kita lihat, harganya sangat bervariasi, mulai dari yang Rp120 jutaan hingga yang tertinggi di angka Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. Jadi, kami mencakup seluruh segmen yang ada,” ungkap Rosan.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore