JawaPos.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui anak usahanya PT Danantara Investment Management (DIM) resmi melakukan investasi senilai USD 250 juta atau setara dengan Rp 4,47 triliun di perusahaan energi Amerika Serikat HighPeak Energy, Inc.
Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir, mengatakan transaksi investasi ini dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel (Convertible Preferred Stocks) dalam beberapa tahap.
Ia menjelaskan, investasi dilakukan sejalan dengan mandat DIM untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia.
Menurutnya, posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial seiring dengan upaya kami membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi pertukaran keterampilan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (7/10).
Sementara itu, Presiden dan Chief Executive Officer HighPeak, Michael Hollis, mengatakan HighPeak mengoperasikan portofolio aset berskala besar yang didominasi minyak di Permian Basin.
“Kami percaya kerja sama dengan DIM akan mengakselerasi pengembangan aset tersebut melalui investasi berkelanjutan, termasuk perluasan program pengeboran. Kemitraan ini mempertemukan para investor jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama terhadap pertumbuhan dan penciptaan nilai yang berkelanjutan,” ujar Michael.
Dengan adanya investasi tersebut maka akan memberikan DIM akses strategis terhadap portofolio aset yang didominasi minyak di Permian Basin, wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat.
Selain itu, melalui investasi ini, DIM memperluas portofolio energi Indonesia di skala global, sejalan dengan misinya untuk berinvestasi di sektor-sektor strategis bagi Indonesia.
Sementara itu, HighPeak akan menggunakan investasi tersebut untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan, guna mendukung pengembangan dan pertumbuhan portofolio aset berkualitasnya secara berkelanjutan.
Sebagaimana diketahui, Permian Basin merupakan wilayah penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Serikat, yang menyumbang sebesar 48 persen dari total produksi Amerika Serikat selama tahun 2025, menurut Badan Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. Energy Information Administration).
Sejak tahun 2007, pertumbuhan produksi di wilayah ini didorong utamanya oleh penerapan teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau fracking (hydraulic fracturing).
Apabila kondisi reservoir mendukung, teknik-teknik ini juga dapat diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur dan perolehan migas, sehingga dapat menjadi model yang relevan bagi Indonesia dalam upayanya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi domestik.
Setelah transaksi diselesaikan, HighPeak akan mengembangkan program pelatihan dan penugasan kerja bagi tenaga kerja Indonesia, untuk mendukung pengembangan kapabilitas dan pertukaran keahlian teknis.
Berdasarkan ketentuan investasi, DIM akan memperoleh perlindungan terhadap penurunan nilai investasi, dengan kesempatan untuk memperoleh manfaat dari kenaikan nilai ekuitas di masa mendatang melalui konversi menjadi saham biasa serta memiliki opsi untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui penempatan terbatas.
Baca Juga: Tak Cuma Asuransi Konvensional, Danantara Bidik Merger BUMN Asuransi Syariah
DIM juga akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak. (*)