← Beranda
Ekonomi Vietnam Tumbuh Melesat Lebih Kencang dari Indonesia, Ini Sektor Penopangnya
Djati Waluyo• Selasa, 13 Oktober 2026 | 00.00 WIB
Ilustrasi industri otomotif Vietnam. (Vietnam Briefing)

 

JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Vietnam melaju lebih pesat jika dibandingkan dengan Indonesia pada semester I 2026. Perekonomian Vietnam tumbuh 8,18 persen secara tahunan, sedangkan Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,45 persen.

Berdasarkan data National Statistics Office (NSO) Vietnam, pertumbuhan ekonomi negara tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,63 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh sebesar 5,45 persen menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Vietnam unggul 2,73 poin persentase dibandingkan Indonesia. Perbedaan ini memperlihatkan laju ekspansi ekonomi kedua negara yang cukup lebar pada paruh pertama tahun ini.

Dari sisi kuartalan, ekonomi Vietnam tumbuh 8,39 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal I yang tercatat 7,94 persen.

Sebaliknya, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026, melambat dari 5,61 persen pada kuartal sebelumnya. Meski demikian, pertumbuhan Indonesia secara kumulatif semester I tetap berada di level 5,45 persen.

 

Industri dan Jasa jadi Penopang Vietnam

Kinerja industri dan konstruksi menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Vietnam. Sektor tersebut tumbuh 9,81 persen pada semester I 2026 dan berkontribusi 47,20 persen terhadap pertumbuhan nilai tambah perekonomian.

Sementara itu, sektor jasa tumbuh 8,09 persen dengan kontribusi 47,14 persen. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 3,87 persen, dengan kontribusi 5,66 persen.

Aktivitas manufaktur Vietnam juga menunjukkan penguatan, tergambar dari Indeks produksi industri atau Industrial Production Index (IIP) meningkat 10,8 persen pada semester I 2026. Secara khusus, industri manufaktur tumbuh 11,4 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi akhir Vietnam meningkat 8,15 persen, sedangkan pembentukan modal bruto tumbuh 15,20 persen. Ekspor barang dan jasa juga meningkat 20,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, impor barang dan jasa tumbuh lebih tinggi, yakni 26,44 persen. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan barang dan input produksi, sekaligus menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca kinerja perdagangan Vietnam.

 

Ekonomi Indonesia Ditopang Konsumsi dan Jasa

Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Berdasarkan data BPS, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha, yakni 11,83 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi, sebesar 18,62 persen. Adapun pada kuartal II 2026, industri pengolahan tumbuh 4,52 persen dan tetap menjadi salah satu sektor penting dalam struktur perekonomian nasional.

Perbedaan komposisi pertumbuhan tersebut memperlihatkan karakter ekspansi yang tidak sepenuhnya sama. Vietnam mencatat pertumbuhan kuat pada industri dan konstruksi, serta sektor jasa.

Sementara itu, Indonesia mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen dengan dukungan berbagai komponen pengeluaran, termasuk konsumsi pemerintah.

EDITOR: Estu Suryowati