← Beranda
Harga Minyak Dunia Rabu 30 September 2026 Fluktuatif Saat Pasokan Timur Tengah Mereda
Djati Waluyo• Rabu, 30 September 2026 | 15.30 WIB
Ilustrasi: Harga minyak dunia.(Dok.JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (30/9) setelah investor mencermati tanda-tanda meningkatnya kembali arus ekspor minyak dari Timur Tengah.

Melansir Investing pada pukul 07:30 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,32 poin atau 0,33 persen ke level 96,01 dollar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan perdagangan Selasa (29/9) pagi sebesar 98,58 dollar per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,15 poin atau 0,17 persen ke level 89,23 dollar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan perdagangan Selasa (29/9) pagi sebesar 93,09 dollar per barel.

Melansir Reuters, Saudi Arabia telah kembali melakukan pemuatan tanker minyak dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah mengaktifkan kembali East-West Pipeline.

Baca Juga: Ungkap Lab Narkoba di PIK 2, WN Tiongkok Racik 20 Ribu Pods Etomidate

Senior Vice President of Trading BOK Financial Dennis Kissler mengatakan, peningkatan aliran minyak melalui jalur tersebut memberikan tekanan terhadap harga minyak.

“Arus minyak melalui East-West Pipeline Saudi meningkat. Negosiasi AS dan Iran juga terus berlangsung dan meski posisi kedua pihak tampak masih berjauhan, keduanya mencari jalan keluar,” ujar Kissler.

Kissler mengatakan, semakin banyak minyak yang kembali mengalir dari kawasan Timur Tengah, semakin berkurang posisi tawar Iran dalam negosiasi.

Sementara itu, berdasarkan data Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah dari negara-negara produsen di Timur Tengah meningkat menjadi 16,328 juta barel per hari pada September.

Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari. Perkembangan tersebut memberikan sinyal bahwa gangguan pasokan minyak akibat konflik mulai mereda.

Namun, investor masih mencermati risiko gangguan pasokan karena konflik dan ketidakpastian negosiasi antara AS dan Iran belum sepenuhnya berakhir. Presiden AS Donald Trump sebelumnya membantah laporan bahwa dirinya menawarkan keringanan sanksi dan pelepasan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas langkah konkret terkait program nuklir Iran.

Di pasar produk olahan, harga kontrak diesel di Eropa bergerak turun tipis. Sebaliknya, kontrak diesel AS naik 2,6 persen. Pemerintah AS juga mendorong Uni Eropa untuk mengurangi persediaan diesel darurat guna membantu menekan harga global.

Baca Juga: BGN Bakal Aktivasi 480 Dapur MBG di Wilayah Indonesia Timur dan 3T mulai 2 Oktober 2026

Pemerintahan Trump menyebut sejumlah negara anggota Uni Eropa belum mengeluarkan minyak dan produk olahan dari cadangan mereka sesuai komitmen. Di AS, Trump juga mempertimbangkan pelonggaran aturan yang memungkinkan penjualan diesel merah secara lebih luas.

Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu sebagian konsumen menghindari pajak bahan bakar federal dan menjadi salah satu alternatif dari rencana pelarangan ekspor diesel.

Sementara itu, berdasarkan jajak pendapat awal Reuters, persediaan minyak mentah dan bensin AS diperkirakan turun pada pekan lalu. Persediaan produk distilat diperkirakan tidak mengalami perubahan berarti.

EDITOR: Sabik Aji Taufan