
Ilustrasi minyak mentah dunia.
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak menguat pada perdagangan Selasa (29/9), di tengah ketidakpastian perkembangan perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran atas perang di Timur Tengah.
Melansir Investing pada pukul 07:43 WIB, Selasa (29/9), kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,01 poin atau 0,01 persen ke level 98,58 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Senin (28/9) pagi sebesar 98,51 dollar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,47 poin atau 0,51 persen ke level 93,09 dollar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan perdagangan Senin (28/9) pagi sebesar 93,43 dollar per barel.
Baca Juga:Prediksi Skor Slovakia vs Kazakhstan di Liga Nations UEFA: Slovenskí Sokoli Menang Tipis di Kandang
Melansir Bloomberg, kenaikan ini juga dipengaruhi oleh indikasi kuatnya permintaan serta dimulainya kembali aliran minyak melalui jalur pipa strategis milik Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia.
Pejabat Iran secara tertutup menyatakan pesimistis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan dengan Washington dan membuka kembali Selat Hormuz sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang.
Sikap tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut dalam waktu tujuh hari.
Sementara itu, Arab Saudi telah memulihkan sekitar setengah dari kapasitas aliran minyak melalui jaringan pipa East-West yang melintasi wilayah negara tersebut. Jalur ini menjadi rute penting untuk menghindari Selat Hormuz setelah serangan pesawat nirawak menghentikan operasionalnya pada awal bulan ini.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut, volume minyak yang mengalir melalui jaringan pipa menuju Laut Merah telah mencapai setidaknya 3,5 juta barel per hari.
Prospek fundamental pasar minyak semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah indikator utama yang mengukur ketatnya pasokan melonjak dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan tingginya permintaan terhadap minyak yang dapat segera dikirimkan.
Sementara itu, harga bahan bakar terus meningkat di tengah masih terganggunya kapasitas kilang minyak global. Harga minyak mentah diperkirakan mencatat kenaikan bulanan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, didorong oleh meningkatnya ketegangan AS-Iran, gangguan pada jalur alternatif pengiriman minyak Arab Saudi, serta potensi pembatasan ekspor solar oleh Washington.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022