
Ilustrasi ribuan prajurit TNI. (TNI AD)
JawaPos.com - TNI punya peran vital dalam menjaga stabilitas negara. Meski Indonesia berada dalam masa damai, namun peran tentara tetap dibutuhkan. Di samping menjaga dan memastikan kedaulatan, TNI di masa damai kerap terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan yang masuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI menegaskan hal itu. Bahwa TNI sebagai alat pertahanan negara dapat melaksanakan OSPM. Termasuk diantaranya penanggulangan bencana, melaksanakan patroli perbatasan, hingga terlibat dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Di wilayah perbatasan, prajurit TNI tetap melakukan patroli dan pengawasan meski tidak ada perang. Kehadiran prajurit diperlukan untuk menjaga kedaulatan sekaligus mencegah berbagai bentuk ancaman dan aktivitas ilegal. Operasi-operasi yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Papua adalah contohnya.
Selain berbatasan langsung dengan Papua Nugini di sebelah timur, Satgas Pamtas TNI di Papua juga hadir untuk memastikan keamanan masyarakat dari kelompok bersenjata, Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka bertugas di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III yang mendapatkan penugasan di Papua.
Indonesia sebagai negara yang berada dalam cincin api atau ring of fire, nyaris selalu dihadapkan pada peristiwa bencana. Mulai gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, hingga tsunami sudah terjadi beberapa kali. TNI selalu mengambil peran dalam penanggulangan bencana tersebut, bahkan kerap berada di garda depan.
Baik dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban, pemulihan pasca bencana, maupun penyediaan petugas kesehatan. TNI juga sering kali terlibat dalam operasi SAR bersama Basarnas. Salah satunya berlangsung dalam operasi SAR 5 jurnalis yang hilang di Perairan Selat Sunda saat melaksanakan tugas liputan dan operasi SAR korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8.
Tugas TNI dalam masa damai juga bersinggungan dengan agenda ketahanan pangan. Tugas yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto sangat jelas. TNI juga didorong dalam pelaksanaan program pembangunan jembatan di seluruh Indonesia. Dengan jaringan TNI di berbagai daerah, tugas tersebut bisa dilakukan sampai daerah terpencil.
Dalam kondisi tertentu, TNI juga dapat membantu Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, bantuan tersebut memiliki batas yang jelas. TNI menjalankan fungsi sesuai kerangka OMSP dan kewenangan yang diberikan undang-undang, sedangkan fungsi penegakan hukum tetap berada pada institusi Polri.
Di luar negeri, prajurit TNI juga menjalankan tugas dalam misi perdamaian dunia. Kontingen Garuda menjadi salah satu bentuk kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian internasional di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hingga saat ini, TNI masih konsisten menyiapkan dan mengirim pasukan untuk bertugas di bawah naungan PBB.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022