
Formasi pesawat tempur TNI AU F-16 dan T50i Golden Eagle membentu formasi angka 81 saat flypass dalam rangka HUT ke-81 RI di Monas, Jakarta, Senin (17/08/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - TNI punya beberapa pasukan khusus. Baik yang bernaung di bawah TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU. Memasuki umur ke-81 TNI, pasukan-pasukan elite tersebut semakin kuat karena penambahan alat utama sistem persenjataan serta pembinaan melalui peningkatan kemampuan.
Sejak terbitnya Surat Keputusan Bernomor Kep/1033/VIII/2025 tertanggal 6 Agustus 2025, Kopassus yang kini dipimpin oleh Letjen TNI Djon Afriandi naik kelas. Jabatan komandan jenderal (danjen) Kopassus berubah menjadi panglima Kopassus. Pimpinan Kopassus yang semula jenderal bintang dua menjadi jenderal bintang tiga.
Serupa dengan Kopassus, komandan Korps Marinir berubah menjadi panglima Korps Marinir. Pejabatnya juga naik kelas, dari jenderal bintang dua menjadi jenderal bintang tiga. Hingga saat ini, Letjen TNI (Mar) Endi Supardi masih memimpin Korps Marinir.
Terakhir Korpasgat yang kini dipimpin oleh Marsekal Madya TNI Deny Muis. Korpasgat yang semula dipimpin oleh jenderal bintang dua, kini sudah dikendalikan oleh jenderal bintang tiga. Perubahan berupa peningkatan pangkat dan jabatan itu disertai dengan penguatan masing-masing pasukan khusus TNI.
Kopassus mendapat tambahan enam grup sekaligus. Korps Marinir mendapat tambahan lima batalyon infanteri (yonif) Marinir. Sementara Kopasgat memiliki 2 batalyon parako pasgat, 2 batalyon arhanud pasgat, serta mendapat tambahan Denmatra 3 Pasgat.
Keputusan Presiden Prabowo Subianto memperkuat pasukan khusus TNI dari tiga matra bukan tanpa alasan. Sejak lama, TNI ingin pasukan-pasukan khusus tersebut naik kelas. Sebab, pelaksanaan berbagai misi menunjukkan mereka mampu menjalankan tugas dengan baik.
Belum lama ini, Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi jenis Amphibious Assault Vehicle (AAV M-35) diterima oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dari Amerika Serikat (AS). Seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu langsung diserahkan kepada TNI AL pada Senin (28/9).
Proses serah terima berlangsung di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel). Secara keseluruhan, Pemerintah Indonesia akan menerima 35 unit ranpur serupa. Puluhan lainnya akan dikirimkan secara bertahap.
”Penambahan kendaraan tempur amfibi ini merupakan bagian dari pembangunan kekuatan pertahanan yang dilaksanakan secara bertahap untuk meningkatkan mobilitas, daya gerak, serta kesiapan operasional Korps Marinir dalam melaksanakan operasi amfibi dan menjaga wilayah strategis Indonesia,” ungkap Sjafrie dikutip dari akun media sosial resminya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022