Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2026 | 18.12 WIB

Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi

Ketua Hakim MK Suhartoyo (tengah) memimpin sidang putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung MK, Jakarta, Selasa (6/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ketua Hakim MK Suhartoyo (tengah) memimpin sidang putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung MK, Jakarta, Selasa (6/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara yang mempersoalkan keabsahan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Didik menilai, putusan MK telah membuka kebohongan yang dilakukan Gibran dan sang ayah yang juga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Persidangan tersebut, lanjut Didik, telah membuka persoalan serius mengenai dokumen pendidikan Gibran, yang menjadi modal untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024.

Menurut Didik, meski upaya untuk memakzulkan Gibran tidak berhasil melalui persidangan MK, ia menilai putusan tersebut tetap mengungkap persoalan mengenai ijazah SMA Gibran.

Didik juga mengaitkan persoalan tersebut dengan proses pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 bersama Prabowo Subianto.

"Sidang MK gagal memakzulkan Gibran. Ini berarti bahwa Gibran masih dilindungi oleh presiden. Tetapi terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa ijazah SMA-nya tidak ada, dan berkas yang diserahkan kepada KPU adalah berkas bodong," kata Didik kepada wartawan, Rabu (7/10).

Didik mengaitkan persoalan tersebut dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan putranya, Gibran.

Dia menilai rangkaian persidangan MK telah menjadi momentum yang memperlihatkan adanya kebohongan kepada publik.

"Dalam sidang MK dan drama politik ini kemudian terbukti bahwa Bapak dan anak adalah pemimpin pembohong dan selama ini memanipulasi. Di hadapan seluruh rakyat Indonesia, Jokowi dan anaknya telah mempertontonkan perangai penipu kepada anak-anak bangsa," cetusnya.

Ekonom Indef itu juga menilai, persoalan tersebut akan menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan politik Indonesia.

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore