← Beranda
Gus Miftah Masuk dalam Struktur Kepengurusan PBNU 2026-2031
Abdul Rahman• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 03.18 WIB
Gus Miftah. (istimewa)

 

JawaPos.com - Nama Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah masuk dalam jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Pendakwah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji itu menjadi salah satu figur yang mengisi struktur baru organisasi Nahdlatul Ulama.

Susunan kepengurusan PBNU periode 2026-2031 diumumkan setelah proses penyusunan yang merupakan tindak lanjut Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Struktur tersebut mencakup 210 pengurus dari berbagai unsur organisasi.

Dalam struktur Tanfidziyah, KH Kikin A. Hakim atau Gus Kikin menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Sementara itu, Gus Miftah tercatat sebagai salah satu ketua bersama sejumlah tokoh lain, termasuk Abdullah Azwar Anas dan lain-lain. Posisi Sekretaris Jenderal PBNU dipercayakan kepada H Gudfan Arif.

Masuknya Gus Miftah menjadi perhatian karena selama ini ia lebih dikenal publik sebagai pendakwah dengan gaya komunikasi yang dekat dengan masyarakat. Ia juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: YouTuber Bigmo Sudah Minta Maaf, Kenapa Komnas PA Tetap Melapor? 

Bagi Gus Miftah, posisi tersebut menambah dimensi baru dalam kiprahnya di ruang publik. Ia kini tidak hanya menjalankan aktivitas dakwah, tetapi juga menjadi bagian dari struktur organisasi PBNU untuk masa khidmah lima tahun mendatang.

PBNU Tambah Jumlah Pengurus

Gus Kikin menjelaskan jumlah pengurus PBNU periode 2026-2031 mencapai 210 orang. Angka tersebut meningkat 21 orang dibandingkan kepengurusan periode 2021-2026 yang berjumlah 189 orang.

Menurut Gus Kikin, penambahan tersebut berkaitan dengan upaya pemerataan keterwakilan dalam struktur organisasi, baik berdasarkan generasi maupun unsur organisasi di lingkungan NU.

“Kita ingin ada pemerataan dari semua jajaran dari generasi awal sampai akhir,” kata Gus Kikin saat mengumumkan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026-2031.

Keterwakilan badan otonom NU juga menjadi bagian dari komposisi baru. Gus Kikin menyebut unsur seperti Ansor, IPNU, dan IPPNU turut diperhatikan dalam penyusunan struktur tersebut agar berbagai bagian organisasi memiliki keterwakilan.

“Dari seluruh jajaran lembaga-lembaga yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama, itu ada IPNU, IPPNU, maupun Ansor, itu kita seimbangkan sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain itu kita seimbang semuanya,” ujar Gus Kikin.

Kehadiran Gus Miftah di jajaran Ketua PBNU menempatkannya dalam struktur organisasi yang memiliki cakupan kerja jauh lebih luas dibandingkan aktivitas dakwah personal.

Sebagai bagian dari Tanfidziyah, ia akan berada dalam struktur yang menjalankan roda organisasi PBNU bersama Ketua Umum, para Wakil Ketua Umum, ketua-ketua, serta jajaran sekretariat. Struktur tersebut juga menjadi bagian dari kepengurusan yang akan bekerja hingga 2031.

Penunjukan ini juga memperlihatkan komposisi PBNU yang tidak hanya diisi kalangan ulama, tetapi turut melibatkan tokoh dengan latar belakang yang beragam. Dalam kepengurusan baru tersebut terdapat sejumlah tokoh nasional dari berbagai bidang.

Gus Miftah sendiri memiliki pengalaman di dunia dakwah dan dikenal dengan pendekatan komunikasi yang populer dalam menjalankan dakwahnya. 

Dengan masuknya dia ke jajaran pimpinan PBNU, kiprahnya ke depan akan bersinggungan langsung dengan agenda organisasi serta dinamika warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.

Baca Juga: 3 Kontroversi YouTuber Bigmo, dari Kasus Azizah Salsha hingga Vape

Kepengurusan baru PBNU 2026-2031 selanjutnya akan menjalankan amanat Muktamar ke-35 NU sekaligus membawa struktur organisasi tersebut untuk bekerja selama lima tahun ke depan.

EDITOR: Abdul Rahman