← Beranda
Cinta Laura Berbagi Inspirasi di Langkah Membumi Market 2026
Abdul Rahman• Minggu, 11 Oktober 2026 | 22.10 WIB
ArtisCinta Laura. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Gaya hidup berkelanjutan atau sustainability tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, mengurangi plastik sekali pakai, hingga memilih produk secara lebih bijak merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga lingkungan.

Gagasan tersebut diangkat dalam Langkah Membumi Market (LMM) 2026 yang berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Fountain Atrium, Level 3A, Grand Indonesia West Mall, Jakarta. 

Memasuki tahun kelima, mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian.

Mengusung pendekatan yang lebih interaktif, Langkah Membumi Market 2026 menyasar masyarakat luas, terutama generasi muda. Pengunjung tidak hanya diajak memahami isu lingkungan, tetapi juga mencoba berbagai kegiatan yang menunjukkan bagaimana kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak positif.

Baca Juga: Fakta-Fakta Nunung: Usaha Dapat Gangguan Mistis, Berjuang Lawan Kanker, dan Disebut Pelakor

Belajar Mengelola Sampah Lewat Instalasi Interaktif

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Langkah Membumi Market 2026 adalah pengelolaan sampah. Melalui instalasi bertajuk Bukan Tentang Sampah, pengunjung diajak memahami bahwa persoalan sampah tidak selesai hanya dengan membuangnya ke tempat yang tepat.

Proses pengelolaan perlu dimulai dengan mengenali jenis sampah dan memilahnya sesuai kategori agar berpeluang diolah kembali. Kebiasaan tersebut menjadi langkah awal untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan waste drop box untuk menukarkan sampah kain atau fesyen, botol plastik PET, serta perangkat elektronik. Sampah yang memenuhi ketentuan program dapat ditukar dengan Blibli Tiket Rewards yang bisa digunakan untuk berbelanja.

Selain itu, terdapat instalasi Cactazo Tree by Mortier yang dibuat menggunakan material daur ulang. Terinspirasi dari bentuk kaktus, karya tersebut menunjukkan bahwa material bekas dapat diolah menjadi instalasi bernilai estetika melalui pendekatan yang lebih hemat sumber daya.

Kedua instalasi ini membawa pesan bahwa keberlanjutan bukan sekadar persoalan mengurangi sampah, melainkan juga mengubah cara masyarakat memandang barang yang sudah tidak digunakan.

Cinta Laura Berbagi Inspirasi

Langkah Membumi Market 2026 turut menghadirkan delapan sesi Inspiring Talks bersama sejumlah figur publik dan praktisi dari berbagai bidang.

Nama-nama yang terlibat antara lain Cinta Laura Kiehl, Luna Maya, Daniel Mananta, Andien, Marianne Rumantir, Devy Anastasia, dr. Nadhira Afifa, serta Lisa Widodo.

Melalui sesi tersebut, pengunjung diajak melihat isu keberlanjutan dari berbagai sudut pandang. Mulai dari gaya hidup, kesehatan, konsumsi, hingga pilihan yang dilakukan dalam rutinitas sehari-hari.

Changemaker Partner Langkah Membumi, Cinta Laura Kiehl, menekankan bahwa menjalani gaya hidup berkelanjutan bukan berarti seseorang harus langsung melakukan semuanya dengan sempurna.

“Sustainability bukan tentang menjadi sempurna. Yang penting adalah kemauan untuk mulai dan terus belajar. Langkah Membumi menunjukkan bahwa perubahan bisa terasa seru, relevan, dan do-able ketika kita tahu, kita coba, lalu kita punya ruang untuk melakukannya bersama,” ujar Cinta Laura.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perubahan perilaku dapat dimulai secara bertahap. Masyarakat bisa memilih satu kebiasaan terlebih dahulu, kemudian membangun konsistensi sebelum menerapkan langkah lainnya.

COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo, mengatakan bahwa isu keberlanjutan memiliki cakupan luas sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Menurut Lisa, pemerintah, pelaku bisnis, institusi pendidikan, media, komunitas, masyarakat, dan generasi muda perlu bekerja sama untuk mendorong perubahan yang lebih luas.

Melalui Langkah Membumi, berbagai pihak dengan fokus dan pendekatan berbeda dipertemukan dalam satu inisiatif untuk mendorong kehidupan yang lebih baik atau better living.

Ada 15 Eco-Workshops untuk Mencoba Langsung

Selain berdiskusi dan mendapatkan inspirasi, pengunjung bisa mengikuti 15 kegiatan eco-workshops yang dirancang untuk memperkenalkan praktik keberlanjutan secara langsung.

Salah satu kegiatan yang dijadwalkan pada 9 Oktober adalah Creative Reuse of Unused Items, hasil kolaborasi Cinta Laura Foundation, Pomelo Indonesia, dan Seikatuju.

Lokakarya ini mengajak peserta memberikan fungsi atau nilai baru pada barang-barang yang sudah tidak terpakai. Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep penggunaan kembali atau reuse, yakni memperpanjang masa pakai barang agar tidak langsung menjadi sampah.

Kegiatan semacam ini juga memperkenalkan alternatif terhadap kebiasaan membuang barang yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, barang lama dapat memiliki kegunaan baru.

Mengajak Masyarakat Lebih Dekat dengan Pelestarian Alam

Edukasi mengenai keberlanjutan juga dihadirkan melalui kolaborasi dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

Program tersebut mengajak pengunjung memahami hubungan antara aktivitas sehari-hari, kelestarian habitat, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Jemmy Chayadi, mengatakan bahwa menjaga alam dapat dimulai dari aktivitas menyenangkan, termasuk mendaki atau berolahraga di kawasan hutan.

Menurut dia, kegiatan di alam terbuka bisa menjadi kesempatan untuk mengenal habitat satwa, seperti macan tutul Jawa dan elang Jawa, sekaligus memahami pentingnya menjaga ekosistem.

“Menjaga alam dapat dimulai dari aktivitas menyenangkan yang kita nikmati. Contohnya, ketika mendaki atau berolahraga ke hutan. Selain menikmati indahnya pemandangan, kita juga bisa belajar secara langsung habitat dari macan tutul jawa dan elang jawa. Dari langkah sederhana ini, harapannya bisa menjadi motivasi untuk bersama-sama melindungi benteng alam yang sekaligus menjadi penopang kehidupan masyarakat di Pulau Jawa,” ujar Jemmy.

Edukasi tersebut mengingatkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah. Perlindungan keanekaragaman hayati dan habitat satwa juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Lebih dari 70 Brand Hadir, Ada Program Trade-in

Langkah Membumi Market 2026 juga menghadirkan lebih dari 70 brand dengan produk dari berbagai kategori, mulai dari makanan dan minuman, dekorasi rumah, kecantikan dan perawatan diri, fesyen, gaya hidup, komunitas, hingga solusi ramah lingkungan.

Kehadiran beragam produk tersebut memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal alternatif konsumsi yang lebih sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

Selain berbelanja, pengunjung dapat memanfaatkan program trade-in untuk menukarkan barang lama yang masih memenuhi ketentuan. Barang yang ditukarkan bisa memperoleh nilai yang digunakan sebagai potongan harga belanja atau dikonversikan menjadi saldo Blipay, sesuai ketentuan program.

Skema ini menawarkan manfaat langsung bagi konsumen sekaligus mendorong pemanfaatan barang lebih lama. Dalam konteks fesyen dan perangkat elektronik, memperpanjang masa pakai produk dapat menjadi salah satu cara untuk menekan kebutuhan penggantian barang secara terus-menerus.

Setiap transaksi di area pasar juga membuka kesempatan untuk berkontribusi melalui donasi mulai dari Rp1.000 dalam program Misi Tanam Pohon.

Baca Juga: Peter Surya Wijaya Kembangkan Film Komedi Lewat Ghosthing, Puji Akting Yasamin Jasem

Dengan demikian, pengalaman berbelanja di acara ini tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga dikaitkan dengan upaya pelestarian lingkungan.

EDITOR: Abdul Rahman