Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 01.21 WIB

Ketua Prodi Magister Manajemen UAJ Sebut Organizational Sustainability Kunci Daya Saing dan Kinerja Bisnis Jangka Panjang

Program Magister Manajemen UAJ bangun kompetensi pemimpin masa depan. (Istimewa) - Image

Program Magister Manajemen UAJ bangun kompetensi pemimpin masa depan. (Istimewa)

JawaPos.com - Sustainability atau keberlanjutan sering dipahami sebatas isu lingkungan, energi, atau program sosial. Padahal, konsep ini memiliki cakupan yang jauh lebih luas.

Keberlanjutan juga mencakup konteks organisasi yang berkaitan erat dengan bagaimana perusahaan membangun budaya kerja, mendorong inovasi, mengambil Keputusan. Selain itu, menjaga kinerja bisnis dalam jangka panjang.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Unika Atma Jaya Thomas Ulun Ismoyo menjelaskan, menghadapi persaingan ketat, pemahaman terhadap Organizational Sustainability menjadi salah satu faktor yang memperkuat perusahaan untuk terus beradaptasi dan bertumbuh.  

Menurut dia, berdasar Harvard Business Review (2025), memenuhi komitmen keberlanjutan akan menuntut perusahaan untuk mentransformasi model bisnis dan arsitektur organisasinya dalam skala yang bahkan melampaui transformasi yang dipicu teknologi digital dan kecerdasan buatan.

”Namun, transformasi sebesar ini tidak akan berjalan tanpa satu faktor mendasar, yaitu manusia yang memimpinnya,” tutur Thomas Ulun Ismoyo.

Bersamaan dengan hal itu, lanjut dia, dilansir dari Deloitte (2026), keunggulan kompetitif kini tidak lagi didorong diferensiasi teknologi. Melainkan oleh keunggulan sumber daya manusia.

”Teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI) dapat ditiru, tetapi manusia tidak. Organizational Sustainability sangat bergantung pada kualitas serta keunggulan kompetensi sumber daya manusia yang menjalankannya,” papar Thomas Ulun Ismoyo.

Akar Masalah dalam Organizational Sustainability

Menurut Balanced Scorecard Institute (2024), hingga 90 persen strategi organisasi tidak berhasil dieksekusi dengan sukses. Sebab, kegagalan kepemimpinan dalam mengimplementasikan strategi secara efektif.

”Angka 90 persen ini menunjukkan bahwa masalah terbesar organisasi sering terjadi karena sumber daya manusia tidak dapat melakukan eksekusi dengan baik,” ungkap Thomas Ulun Ismoyo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore