← Beranda
Lebih Aman Ketimbang Garam, Mecin Boleh Dikonsumsi Pasien Hipertensi?
Fersita Felicia Facette• Rabu, 24 Januari 2018 | 18.35 WIB
Ilustrasi MSG

JawaPos.com - Monosodium Glutamat (MSG) atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan mecin ternyata disebut lebih baik daripada garam. Kandungan sodium mecin jauh lebih rendah ketimbang NaCl atau garam dapur. Karena itu, mecin dalam batas wajar atau secukupnya masih lebih aman dikonsumsi untuk pasien darah tinggi atau hipertensi.


Ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Hardinsyah MS PhD menjelaskan MSG dan NaCl sama-sama mengandung sodium. Namun, MSG hanya mengandung 12 persen sodium sedangkan garam dapur 39 persen sodium.


"Jadi dalam satu sendok garam misalnya, itu ada 40 persen kandungan sodiumnya," katanya.


Lalu bolehkan pasien hipertensi mengonsumsi mecin? Seberapa batasannya?


Menurut Hardinsyah, selama pasien darah tinggi tak gemuk, maka masih boleh mengonsumsi mecin atau MSG agar nafsu makannya normal. Sehingga, penggunaan garam bisa digantikan dengan mecin.


"Hipertensi jika tak gemuk, untuk meningkatkan nafsu makan enggak masalah. Dengan MSG nafsu makan meningkat ukuran tubuh normal. Mecin bisa mengurangi 2/3 atau 1/3 asupan sodium dan garam dapur," papar Hardinsyah.


Sementara pasien hipertensi gemuk sebaiknya sangat membatasi garam atau mecin. Takarannya hanya boleh 0,4 persen per hari. Pasien hipertensi gemuk disarankan makan sayur lebih banyak. Untuk lebih gurih bisa memilih sayuran seperti brokoli yang memang sudah memiliki kandungan glutamat alami sehingga tak perlu menambahkan apa pun.


"Brokoli dan jamur itu sudah ada kandungan glutamatnya, beda kan dengan singkong yang rasanya kurang gurih. Intinya kalau pasien darah tinggi harus diukur ukuran garam atau mecinnya. Jangan kelebihan karena beda dengan orang normal," tegasnya.

EDITOR: Fersita Felicia Facette