JawaPos.com - Pertunjukan teater Calon Lawan digelar selama dua hari berturut-turut pada 20-21 Oktober di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Jelang pementasan pertunjukan teater yang digelar untuk merayakan karya Sawung Jabo itu, Butet Kartaredjasa selaku pendiri Indonesia Kita menyampaikan informasi penting untuk para pelaku seni di Jakarta.
Butet mengatakan sudah bertemu dengan Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin menyatakan keinginannya untuk menggelar pertunjukan teater Calon Lawan di Graha Bhakti Budaya. Dalam pertemuan tersebut, dia meminta untuk tidak ditarik uang sewa.
"Pak Iwan menyanggupi. Tidak hanya untuk Butet, tapi untuk semua pelaku seni. Itu janji yang disampaikan Pak Iwan sama saya," kata Butet Kartaredjasa di Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta, Jumat (20/10).
Baca Juga: Arteta Berharap Saka dan Saliba akan Dapat Memperkuat Tim saat Menjamu Chelsea di Akhir Pekan
Setelah kawasan TIM dibangun semegah seperti sekarang, Butet Kartaredjasa mengaku takut untuk mengadakan pementasan teater di Graha Bhakti Budaya.
"Setelah TaiM dibangun, saya lebih suka main di Teater Jakarta atau di Ciputra Artpreneur. Karena mekanisme politik anggarannya berbeda sama TIM yang dulu," katanya.
Menurutnya, sejatinya ada beberapa kali keinginan dari timnya agar Butet mengadakan pertunjukan di Graha Bhakti Budaya. Namun dia selalu menolaknya karena pertimbangan biaya sewa yang terlampau tinggi.
"Saya nggak mau, menolak. Kenapa nggak mau ? Takutnya kecanduan sementara dompet kami tipis. Karena kalau bayar, tiket sold out pun tetap rugi," katanya.
Butet Kartaredjasa memberikan apreasiasi atas keputusan Iwan Takwin yang akan membebaskan biaya sewa para pelaku seni menggelar pementasan di Graha Bhakti Budaya. Karena menurutnya, kesenian tidak bisa diperlakukan dengan kalkulasi bisnis.
"Graha Bhakti Budaya ini menjadi pusat kesenian Jakarta, bukan pusat perdagangan," ujarnya.