JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut baru saja bertemu beberapa menit dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Pertemuan dilakukan dalam sebuah mobil berpenutup kaca gelap di lokasi rahasia di Teheran.
Bahkan, Pezeshkian dikabarkan kemudian mempertanyakan apakah sosok yang duduk di sampingnya benar-benar Mojtaba Khamenei, karena dirinya sama sekali tidak dapat melihat wajah sang pemimpin.
Informasi tersebut diungkap sejumlah sumber yang mengetahui peristiwa itu kepada Iran International.
Versi tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Pezeshkian sebelumnya yang mengaku telah bertemu Mojtaba Khamenei selama sekitar dua setengah jam dalam suasana yang bersahabat.
Baca Juga: 7 Syarat Iran kepada AS agar Selat Hormuz Kembali Dibuka
Menurut sumber tersebut, pertemuan itu berlangsung hanya beberapa menit dan menjadi satu-satunya pertemuan yang diketahui antara Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei.
Setidaknya sejak putra Ayatollah Ali Khamenei itu menjadi pemimpin tertinggi ketiga Republik Islam Iran.
Pertemuan tersebut juga disebut berlangsung setelah Pezeshkian berulang kali meminta bertemu dan bahkan mengancam mengundurkan diri dari jabatan presiden.
Pezeshkian Dibawa ke Lokasi Rahasia
Sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan kantor Mojtaba Khamenei akhirnya menyetujui pertemuan, tetapi dengan sejumlah syarat yang tidak biasa.
Pezeshkian tidak diterima di kediaman resmi pemimpin tertinggi seperti prosedur yang lazim dilakukan. Rombongan pengawalnya justru membawanya ke sebuah lokasi yang dirahasiakan di Teheran.
Baca Juga: Iran Matangkan RUU yang akan Larang Kapal AS-Israel Lintasi Selat Hormuz
Sesampainya di sana, Pezeshkian disebut dipindahkan dari kendaraan kepresidenannya ke sebuah mobil komersial dengan kaca gelap. Mojtaba Khamenei diduga sudah berada di dalam kendaraan tersebut.
Kondisi mobil yang gelap membuat kedua tokoh itu tidak dapat melihat satu sama lain. Pengawal Mojtaba bahkan disebut tidak mengizinkan keduanya berjabat tangan.
Percakapan akhirnya berlangsung hanya melalui suara. Situasi tersebut dilaporkan membuat Pezeshkian merasa diperlakukan secara merendahkan.
Orang-orang di lingkungan kantor presiden mengatakan Pezeshkian kemudian mempertanyakan identitas orang yang duduk di sampingnya.
Ia disebut bertanya apakah suara yang didengarnya benar-benar berasal dari Mojtaba Khamenei.
Baca Juga: Iran-Oman Dekati Kesepakatan Jalur Kapal, Selat Hormuz Tetap Belum Dibuka
Belum jelas apakah pertanyaan tersebut merupakan bentuk kemarahan Pezeshkian atau keraguan yang benar-benar muncul karena ia tidak dapat melihat lawan bicaranya.
Versi Pezeshkian Berbeda
Perbedaan mencolok muncul ketika Pezeshkian sebelumnya menceritakan pertemuannya dengan pemimpin tertinggi Iran.
Pada pertengahan Mei, Pezeshkian mengatakan kepada perwakilan asosiasi perdagangan bahwa dirinya telah menghabiskan waktu sekitar dua setengah jam bersama Mojtaba Khamenei.
Pertemuan itu, menurut Pezeshkian, berlangsung dalam suasana yang bersahabat.
Namun, sumber Iran International menyebut durasi sebenarnya hanya beberapa menit sebelum Pezeshkian diminta meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Iran Tetapkan 6 Syarat untuk Buka Selat Hormuz, AS Diminta Hentikan Agresi
Pezeshkian dilaporkan kemudian meminta pertemuan kedua. Kali ini, ia ingin bertemu Mojtaba Khamenei di kediaman resmi sang pemimpin.
Permintaan tersebut hingga kini disebut belum dikabulkan.
Kisah pertemuan tersebut semakin memperbesar misteri mengenai keberadaan dan kondisi Mojtaba Khamenei.
Sekitar lima bulan setelah Majelis Ahli memilihnya untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, belum ada rekaman video maupun audio resmi Mojtaba Khamenei yang dirilis kepada publik.
Jadi Gunjingan Media
Minimnya kemunculan sang pemimpin bahkan menjadi bahan pembicaraan di media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.
Baca Juga: Iran Desak AS dan Pasukan Asing Keluar dari Timur Tengah
Akhir pekan lalu, situs surat kabar Hamshahri mempublikasikan video singkat yang menyatakan bahwa badan intelijen asing dapat melacak rekaman suara Mojtaba Khamenei dan menemukan lokasi persembunyiannya, dengan menganalisis energi akustik, karakteristik frekuensi jaringan listrik hingga suara latar.
Video tersebut juga menyebut badan intelijen dapat menganalisis resonansi saluran vokal untuk memperkirakan tingkat cedera atau kecemasan seseorang.
Alih-alih meredakan spekulasi, penjelasan tersebut justru menambah pertanyaan mengenai kondisi dan keberadaan pemimpin tertinggi Iran itu.
Spekulasi mengenai Mojtaba Khamenei juga diperkuat oleh pernyataan pejabat Iran yang tidak sepenuhnya konsisten.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan program daring The Story of the War pada Juli, mengatakan dirinya belum pernah bertemu langsung dengan Mojtaba Khamenei sejak periode tersebut dimulai.
Baca Juga: AS Salah Hitung Kekuatan Iran, Serangan ke Pucuk Pimpinan Justru Bikin Jalan Damai Makin Sulit
"Saya belum melihat Mojtaba Khamenei selama periode ini, dan hanya sejumlah orang yang bertemu dengannya," ucapnya.
Sehari setelah pernyataan tersebut, Pezeshkian justru mengatakan dalam pidatonya bahwa jumlah pertemuannya dengan pemimpin tertinggi telah meningkat.
Perbedaan keterangan itu semakin memperkuat gambaran bahwa akses terhadap Mojtaba Khamenei sangat terbatas, bahkan di kalangan pejabat tinggi pemerintahan Iran sendiri.