JawaPos.com – Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengatakan Israel telah berulang kali menghambat upaya Doha untuk menengahi gencatan senjata di Gaza sejak hari pertama perang.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Kamis (1/10), Sheikh Mohammed menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Piers Morgan Uncensored pada Selasa, 29 September 2026, sembari mengkritik tindakan Israel di Jalur Gaza.
Sheikh Mohammed juga mengatakan serangan terhadap rumah sakit dan sekolah tidak dapat dibenarkan, terlepas dari alasan yang dikemukakan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces Besok Sabtu, 3 Oktober 2026: Mulai dari Cinta, Keuangan, Karier, dan Kesehatan
Sheikh Mohammed menyebut upaya Qatar sebagai mediator telah berulang kali digagalkan, termasuk setelah Israel menyerang Doha pada 2025 ketika para pejabat senior Hamas berkumpul untuk berunding.
Menurut Sheikh Mohammed, serangan tersebut terjadi ketika Qatar sedang menjalankan peran mediasi dan berupaya mendorong proposal gencatan senjata di Gaza.
Sheikh Mohammed juga menilai serangan terhadap negara yang menjalankan fungsi mediator merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan menciptakan preseden serius bagi proses diplomasi.
Meski menghadapi berbagai hambatan, Sheikh Mohammed mengatakan Qatar tetap meyakini diplomasi senyap sebagai salah satu cara paling efektif untuk mencapai kemajuan dalam perundingan.
Qatar sebelumnya menjadi salah satu mediator utama dalam negosiasi antara Israel dan Hamas, bersama sejumlah pihak lain, untuk mendorong penghentian perang di Gaza.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Doha masih menempatkan peran mediasi dan diplomasi sebagai bagian penting dalam upaya mencapai gencatan senjata.