← Beranda
Warren Buffett Naik ke Posisi 10 Orang Terkaya Dunia saat Era Kepemimpinannya di Berkshire Berakhir
Mellyna Putri Diniar• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 19.23 WIB
Warren Buffett, investor legendaris dan chairman emeritus Berkshire Hathaway (Forbes)

 

JawaPos.com - Warren Buffett kembali masuk jajaran 10 orang terkaya di dunia setelah nilai kekayaannya melampaui pendiri Zara, Amancio Ortega. Perubahan itu terjadi ketika saham Berkshire Hathaway menguat tipis, sementara saham Inditex, induk Zara, melemah. Pada saat yang sama, Buffett baru saja menyelesaikan transisi dari kepemimpinan Berkshire setelah lebih dari enam dekade membangun perusahaan menjadi salah satu konglomerasi terbesar dunia.

Menurut daftar Forbes Real-Time Billionaires pada Sabtu (3/10), kekayaan Buffett mencapai USD 143 miliar atau sekitar Rp2.558 triliun dengan kurs Rp17.890 per dolar AS. Nilai itu naik hampir USD 500 juta dari penutupan sebelumnya. Buffett kini menempati peringkat ke-10 dunia, satu tingkat di bawah pemilik Los Angeles Clippers, Steve Ballmer, dengan kekayaan hampir USD 160 miliar.

Dilansir dari Forbes, Sabtu (3/10/2026), posisi Buffett naik setelah kekayaan Ortega turun USD 1,8 miliar menjadi USD 140,1 miliar. Penurunan itu mengikuti pelemahan saham Inditex sebesar 1,6 persen dan memperpanjang penurunan saham perusahaan sekitar 7,7 persen dalam sebulan. Ortega merupakan pemegang saham mayoritas Inditex, yang menaungi Zara, Massimo Dutti, dan Pull&Bear.

Baca Juga: Buffett: Perlombaan AI Memaksa Raksasa Teknologi Bermain di Arena yang Tak Mereka Inginkan

Pergerakan tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan harga saham dapat menggeser posisi para miliarder dunia dalam hitungan hari. Bagi Buffett, kenaikan peringkat itu juga berkaitan erat dengan Berkshire Hathaway, perusahaan yang menjadi sumber utama kekayaannya. Saham Berkshire telah naik lebih dari 80 persen dalam lima tahun terakhir, meski sepanjang 2026 pergerakannya hanya berubah tipis.

Rekam jejak itu menjadi bagian penting dari konteks kekayaan Buffett. Data Berkshire menunjukkan nilai pasar per saham perusahaan mencatat pertumbuhan tahunan majemuk 19,7 persen selama 1965–2025, dibandingkan 10,5 persen untuk S&P 500 dengan dividen. Dalam periode tersebut, Berkshire berkembang dari perusahaan tekstil yang bermasalah menjadi konglomerasi bernilai lebih dari USD 1 triliun.

Kini, pengaruh Buffett terhadap Berkshire memasuki bentuk baru. Dia lebih dulu menyerahkan posisi CEO kepada Greg Abel pada Januari 2026 dan pada September mengundurkan diri sebagai ketua dewan. Buffett kemudian menjadi chairman emeritus dan tetap duduk sebagai anggota dewan. 

Dalam surat kepada pemegang saham, Buffett mengakui bahwa pergantian kepemimpinan tidak dapat ditunda selamanya setelah lebih dari enam dekade memimpin perusahaan.

"Waktu pada akhirnya akan menang. Namun, waktu telah bermurah hati kepada saya," tulis Buffett. 

Perubahan terakhir itu sekaligus memperjelas pembagian kekuasaan di Berkshire. Putranya, Howard Buffett, menggantikan Warren sebagai ketua non-eksekutif, sedangkan Abel tetap mengendalikan operasional perusahaan.

Warren Buffett menjelaskan, "Greg menjalankan perusahaan; Howard akan menjaga budaya dan nilai-nilainya, yang nilainya lebih besar daripada apa pun yang tercantum di neraca kami."

Howard telah menjadi anggota dewan Berkshire selama 33 tahun. Warren juga menggambarkan peran putranya sebagai "pengawas yang bertugas menjaga budaya dan nilai Berkshire, tetapi diharapkan tidak perlu turun tangan dalam pengelolaan perusahaan." Struktur ini menunjukkan bahwa suksesi Berkshire tidak dirancang untuk mencari pengganti Buffett dalam satu figur, tetapi memisahkan pengelolaan bisnis dari penjagaan budaya perusahaan.

Di bawah kepemimpinan baru, Berkshire tetap aktif mengalokasikan modal. Perusahaan membeli 660.410 saham Lennar pada 28–30 September dengan nilai sekitar USD 53,9 juta atau Rp967 miliar, berdasarkan pengungkapan transaksi. Pembelian itu menambah kepemilikan Berkshire di pengembang perumahan tersebut menjadi sekitar 26 persen. Langkah ini memberi gambaran bahwa aktivitas investasi tetap berjalan setelah Buffett meninggalkan posisi eksekutif.

Baca Juga: Warren Buffett Akhiri Donasi USD 48 Miliar ke Gates Foundation, Alihkan Warisan Filantropi ke Yayasan Keluarga

Meski begitu, Buffett belum sepenuhnya meninggalkan Berkshire. Dia tetap menjadi anggota dewan dan pemegang saham, sementara Abel menjalankan perusahaan dan Howard bertugas menjaga nilai yang diwariskan pendirinya.

Dalam surat perpisahannya, Buffett menyampaikan keyakinan bahwa "perusahaan berada di tangan yang sangat baik." Dengan demikian, kenaikannya ke posisi ke-10 orang terkaya dunia datang ketika perannya di Berkshire justru semakin kecil secara formal, tetapi warisan strategi, modal, dan budaya yang dibangunnya masih menjadi fondasi perusahaan.

EDITOR: Candra Mega Sari