
Warren Buffett mengubah pandangannya terhadap saham teknologi karena perlombaan AI (Business Insider)
JawaPos.com - Warren Buffett akhirnya mengambil langkah yang selama puluhan tahun dihindarinya: berinvestasi besar pada perusahaan teknologi. Namun, keputusan tersebut bukan karena dia berubah menjadi penggemar industri digital, melainkan karena menurutnya lanskap bisnis para raksasa teknologi telah berubah secara fundamental akibat perlombaan kecerdasan buatan (AI).
Persaingan AI kini mendorong perusahaan-perusahaan teknologi terbesar dunia menggelontorkan investasi ratusan miliar dolar AS untuk membangun pusat data, memperluas kapasitas komputasi, dan mengembangkan infrastruktur pendukung. Bagi Buffett, perubahan ini membuat bisnis teknologi semakin menyerupai sektor padat modal seperti utilitas dan perkeretaapian yang selama ini dipahami Berkshire Hathaway.
Perubahan lanskap tersebut turut mengubah pandangan Buffett terhadap perusahaan teknologi, termasuk Google. Dia menilai Alphabet kini tidak lagi hanya bergantung pada pengembangan perangkat lunak, tetapi telah menjadi bisnis infrastruktur digital yang membutuhkan investasi besar untuk mempertahankan posisi dalam persaingan AI.
Dilansir dari Fortune, Sabtu (18/7/2026), Buffett mengungkap bahwa dirinya berada di balik keputusan Berkshire Hathaway menanamkan dana sekitar USD 31 miliar atau Rp558 triliun (dengan kurs Rp18.000 per dolar AS) pada saham Alphabet, perusahaan induk Google.
"Pertanyaan sesungguhnya mengenai Google dan seluruh pesaingnya sekarang adalah karena mereka semua menggelontorkan ratusan miliar dolar, dan itu benar-benar uang dalam jumlah besar," ujar Buffett kepada CNBC.
"Itulah permainan yang mereka jalani sekarang. Mereka tidak memainkan permainan seperti itu ketika bisnisnya masih sebatas perangkat lunak," tambahnya.
Buffett juga menegaskan keputusan membeli saham Alphabet bukan berasal dari Greg Abel, calon penerusnya sebagai CEO Berkshire Hathaway. "Saya yang memulainya," kata Buffett. "Dia tidak melakukan apa pun yang tidak saya setujui. Kami berbicara setiap saat."
Selama bertahun-tahun, Buffett dikenal menghindari investasi teknologi karena merasa tidak memahami industrinya. Namun, dia mengakui telah keliru karena melewatkan peluang Google sebelumnya.
"Saya membuat kesalahan," ujarnya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
