JawaPos.com - Wilayah Panama diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang kemudian disusul gempa kuat bermagnitudo 6,6 sekitar tiga jam setelahnya. Para ahli seismologi dari Universitas Panama mencatat lebih dari 45 gempa susulan setelah rangkaian guncangan tersebut terjadi pada Jumat waktu setempat.
Seperti dilansir dari NBC News, Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa utama terjadi sekitar pukul 13.56 waktu setempat atau Eastern Time (ET). Sebelum gempa bermagnitudo 6,6 melanda, sejumlah gempa susulan dengan magnitudo 4,8 hingga 5,8 juga tercatat di wilayah selatan Panama. Meski jumlahnya mencapai puluhan, banyak gempa susulan tersebut terlalu lemah untuk dirasakan masyarakat.
Pusat gempa utama berada sekitar 6 mil atau 9,7 kilometer di barat daya permukiman terpencil Pitaloza Arriba, dekat ujung selatan Panama. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 9,7 kilometer.
Guncangan turut dirasakan di Panama City, ibu kota negara tersebut. Sejumlah bangunan bergoyang sehingga warga bergegas keluar dan berkumpul di jalanan untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga: Mabes Polri Beri Asistensi Dugaan Perundungan Berujung Kematian Siswa SD di Pemalang
Rosendo Domínguez, 60, warga Provinsi Herrera, mengatakan gempa terasa sangat kuat hingga membuat sejumlah barang di dapurnya berjatuhan. Meski dirinya dan orang-orang di sekitarnya baik-baik saja, kejadian tersebut memicu ketakutan.
"Kami merasakannya dengan sangat kuat. Gempa itu menjatuhkan barang-barang di dapur, tetapi kami baik-baik saja, meski kami sangat ketakutan," ujar Domínguez kepada The Associated Press melalui sambungan telepon.
"Semua orang berada di luar, diliputi rasa takut,” lanjutnya.
Dampak gempa juga terlihat di sejumlah wilayah. Omar Smith dari Layanan Perlindungan Sipil Nasional Panama mengatakan kerusakan terkonsentrasi di Provinsi Veraguas, Herrera, dan Los Santos.
Di Kota Penonome, terdapat laporan mengenai beberapa orang yang terluka, termasuk seseorang yang tertimpa reruntuhan bangunan yang sebagian runtuh. Kerusakan juga dilaporkan pada sebuah katedral di alun-alun utama distrik tersebut dan Hotel Dos Continentes, berupa keruntuhan sebagian serta retakan pada bangunan.
Pemerintah Provinsi Cocle turut melaporkan kerusakan struktural yang cukup parah pada gedung kantor gubernur. Namun, seluruh staf berhasil dievakuasi dengan selamat.
Wakil Direktur Perlindungan Sipil Panama Malitzie Rivera mengatakan orang-orang yang terluka telah dipindahkan ke pusat pendidikan, pusat kesehatan, dan rumah sakit. Hingga laporan awal disampaikan, belum ada laporan korban jiwa.
Rekaman media lokal memperlihatkan sebuah katedral Katolik runtuh dan bagian fasad hotel di Penonome jatuh menimpa mobil. Sementara itu, video yang beredar di media sosial menunjukkan kerusakan bangunan di sejumlah lokasi, termasuk sebuah hotel yang hancur menjadi puing-puing di kawasan wisata Playa Venao.
Baca Juga: Kemenkes: 9 dari 10 Anak Muda Indonesia dengan Depresi Belum Terakses Pengobatan
Di tengah rangkaian guncangan tersebut, Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami untuk Panama dan delapan negara lainnya, yakni Ekuador, Kolombia, Nikaragua, Guatemala, Meksiko, El Salvador, Kosta Rika, dan Peru.
Sistem Perlindungan Sipil Nasional Panama menyatakan masih memantau laporan kerusakan tambahan di berbagai wilayah negara tersebut.
Panama sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, jalur seismik yang mengelilingi Samudra Pasifik dan menjadi lokasi terjadinya sebagian besar gempa bumi di dunia.