JawaPos.com–Ibu Kota bersiap menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/4). Sebanyak 24.980 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan untuk mengawal jalannya aksi massa yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sejumlah titik strategis lainnya di Jakarta Pusat.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menekankan bahwa dinamika May Day selalu menjadi sorotan publik. Sehingga kesiapan fisik dan mental personel menjadi kunci utama dalam pengamanan.
”Pengamanan harus dilakukan secara profesional dan humanis. Atur pergerakan massa mulai dari titik kedatangan hingga kepulangan agar tidak menimbulkan kepadatan maupun gangguan kamtibmas,” ujar Dekananto.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Gandeng BSSN Lindungi Data Masyarakat dari Ancaman Siber
Tak hanya soal pengaturan massa, pihak kepolisian juga mewaspadai adanya potensi penyusupan provokator yang bisa memicu kericuhan. Tim kesehatan dan jalur evakuasi darurat pun telah dipetakan secara matang untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
Skema Pengamanan Maksimal di Titik Vital
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol Reynold E.P. Hutagalung mengungkapkan, ribuan personel telah disebar ke berbagai sektor pengamanan sesuai dengan ploting yang telah ditentukan. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang tertib bagi peserta aksi maupun warga yang melintas.
”Kami telah menyiapkan pengamanan secara menyeluruh dengan melibatkan 24.980 personel gabungan. Seluruh anggota sudah diploting sesuai tugas masing-masing untuk memastikan kegiatan May Day berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Reynold.
Baca Juga: Suhud Alynudin Resmi Calon Ketua DPRD DKI, Gubernur Pramono Tindak Lanjuti
Imbauan untuk Peserta Aksi May Day
Meski penjagaan terlihat sangat ketat, Reynold menjamin bahwa aparat akan tetap menggunakan pendekatan yang santun di lapangan. Prioritas utama Polri adalah memastikan aspirasi buruh tersampaikan tanpa mengabaikan keselamatan publik.
”Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kami mengimbau seluruh peserta untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan mematuhi aturan yang berlaku,” tambah dia.
Diketahui, sebanyak 200 ribu buruh dari berbagai daerah di Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), dan Banten akan memadati lokasi peringatan May Day tersebut.
Dalam perayaan May Day 2026 ini, terdapat 11 tuntutan utama yang akan diteriakkan para buruh. Isu-isu tersebut mencakup pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing (HOSTUM), penanganan ancaman PHK akibat dampak perang, hingga reformasi pajak yang lebih adil bagi pekerja.
Selain itu, buruh juga mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, penyelamatan industri tekstil (TPT) dan nikel, serta moratorium industri semen. Tuntutan lainnya mencakup ratifikasi Konvensi ILO 90, tarif ojek online (ojol) 10 persen, revisi UU Nomor 2 Tahun 2024, hingga kejelasan status guru dan tenaga honorer PPPK menjadi pegawai penuh waktu.