JawaPos.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama Prakarsa Warga Jakarta Utara meluncurkan program Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas. Hal ini diharapkan mengurangi volume sampah Jakarta langsung dari sumber rumah tangga.
Masyarakat akan menerapkan sistem pilah 3 secara mandiri yang mulai berjalan di enam RT, meliputi tiga RT di RW 006 Sunter Agung dan tiga RT di RW 007 Papanggo.
Melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, program ini ditargetkan mampu mengumpulkan sekitar 3.850 hingga 4 ribu kilogram sampah bernilai jual dengan potensi nilai ekonomi mencapai Rp11,5–12 juta hingga akhir Desember mendatang. Selain manfaat finansial, aksi ini diperkirakan dapat berkontribusi memotong emisi sekitar 5.800–6.000 kilogram CO₂e atau setara 5,8–6 ton CO₂e.
Pengelolaan sampah berbasis lingkungan ini mematok target keikutsertaan hingga 80 persen dari total kepala keluarga (KK) pada akhir tahun.
VP Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Perseroda) M Alfin Rinaldinsyah menegaskan, program TJSL perusahaan dirancang untuk menghadirkan perubahan nyata yang terukur bagi warga.
"Kami ingin program TJSL Jakpro tidak berhenti pada pemberian bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut dapat menciptakan perubahan, membangun kemandirian masyarakat, dan memberikan manfaat yang dapat diukur," ujar Alfin dalam keterangannya, Kamis (1/10).
Alfin menambahkan, keterlibatan harian warga menjadi kunci utama keberlanjutan sistem pengolahan limbah rumah tangga ini.
"Melalui program ini, kami mendorong prinsip ‘dari warga, oleh warga, dan untuk warga’. Ketika masyarakat sudah mampu menjalankan sistem pemilahan secara mandiri, maka program tersebut telah menciptakan fondasi perubahan yang lebih berkelanjutan," lanjutnya.
Atas capaian yang berjalan, Jakpro melakukan evaluasi guna melihat peluang replikasi program ke wilayah RT dan RW lainnya.
Penilaian tersebut mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan, tingkat partisipasi warga, dampak lingkungan, serta nilai ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Guna memastikan efektivitas inisiatif ini, Jakpro menerapkan metode Social Return on Investment (SROI) untuk mengukur dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara kuantitatif.
Indikator evaluasi mencakup jumlah penerima manfaat, volume sampah terpilah, hingga besaran manfaat ekonomi yang berputar di warga. Langkah ini menjadi strategi Jakpro dalam menciptakan nilai bersama (shared value) bagi masyarakat, lingkungan, serta korporasi.
Selain mendukung skema ekonomi sirkular dan pengurangan beban emisi, inisiatif TJSL berbasis dampak ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian lingkungan tempat tinggal secara jangka panjang.