← Beranda
Tagih Janji Prabowo Gratiskan TK hingga Kuliah, Ratusan Mahasiswa BEM SI Demo di DPR
Ryandi Zahdomo• Senin, 5 Oktober 2026 | 22.51 WIB
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/10). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/10). 

Aksi yang melibatkan sekitar 100 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini menuntut pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) sekaligus menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait pendidikan gratis sejak jenjang TK hingga perguruan tinggi.

Koordinator Wilayah BEM SI Jabodetabek Banten Adelia menuturkan, aksi ini merupakan langkah konsisten mahasiswa untuk mengawal reformasi regulasi pendidikan di Indonesia.

Sebelum mendatangi Gedung Parlamen, massa juga telah melakukan aksi di kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen).

Baca Juga: Polri Perkenalkan Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat”

"Kami dari BEM SI akan terus mengawal isu ini sampai disahkan. Kalau memang Bapak Prabowo Subianto ingin menggratiskan pendidikan, maka per hari ini wujudkanlah dengan mengesahkan RUU Sisdiknas," ujar Adelia di depan DPR RI, Senin (5/10).

Soroti Celah Regulasi dan Ketimpangan APBN Pendidikan

Menurut Adelia, draf RUU Sisdiknas yang ada saat ini masih menyimpan sejumlah persoalan krusial. Beberapa di antaranya meliputi kejelasan regulasi gaji guru hingga batasan program wajib belajar yang masih tertahan di angka 12 tahun (SD hingga SMA).

Kondisi tersebut dinilai membuat jenjang perguruan tinggi belum menjadi tanggung jawab penuh negara.

Padahal, porsi APBN sebesar 20 persen untuk sektor pendidikan seharusnya cukup untuk menjamin pemerataan akses hingga tingkat tinggi.

"Hari ini kita lihat anggaran APBN 20 persen benar-benar merata atau tidak. Kalau memang APBN dianggarkan 20 persen, maka ratakanlah anggarannya. Jangan sampai ada ketimpangan dan ketidakadilan bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan," tegas Adelia.

Aliansi BEM SI ini membawa empat poin tuntutan utama dalam aksi nasional tersebut:

1. Revisi RUU Sisdiknas: Mendesak pembahasan dan revisi UU Sisdiknas secara partisipatif dan komprehensif.

2. Realisasi Pendidikan Gratis: Mendesak pemerintah untuk mewujudkan pendidikan tanpa biaya bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Sekdaprov Ungkap Buruh Jatim Tuntut Kenaikan UMK 2027 hingga 9 Persen

3. Kesejahteraan Tenaga Pendidik: Meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan secara nyata.

4. Keberlanjutan PTS: Menjamin keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam skema kebijakan pendidikan tinggi gratis.

Adelia menegaskan apabila aspirasi mereka tidak diakomodasi dalam pembahasan RDPU, massa aksi siap menggelar gelombang demonstrasi yang lebih besar.

"Kalau sampai tidak disahkan dan RDPU tidak diterima, kami akan turun ke jalan lagi. Bahkan kita akan memantik gerakan pada momentum 20 Oktober menuju kepemimpinan Prabowo-Gibran untuk menagih janji tersebut," pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan