← Beranda
Wajah Baru Blok M: Ini 5 Transformasi Utama Menuju Kawasan Ultimate
Ryandi Zahdomo• Rabu, 7 Oktober 2026 | 03.37 WIB
Konsep desain transformasi kawasan Blok M Fase Ultimate sebagai model pengembangan berbasis Transit Oriented Development (TOD). (Dok Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi meluncurkan konsep desain transformasi Blok M Fase Ultimate untuk memperluas ruang publik dan memperkuat integrasi kawasan.

Proyek jangka panjang ini dirancang agar kawasan Blok M tetap mempertahankan identitasnya sebagai pusat wisata perkotaan yang dinamis dan hidup.

Gubernur Pramono meminta agar proses revitalisasi tetap menjaga ruh utama kawasan tersebut.

Baca Juga: Kalah di Final ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Akui Timnas Indonesia Berkembang Pesat

Ia menekankan pentingnya mempertahankan fungsi Blok M sebagai ruang kreatif, tempat bekerja, serta wadah kolaborasi budaya kaum muda.

"Secara khusus, saya berpesan agar selama proses transformasi, tetap memegang konsep utama Blok M sebagai tempat yang bersifat hidup, tempat untuk bekerja yang tidak putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak muda, dan juga tradisi budaya baru hasil kolaborasi yang datang dari mana saja," ujar Gubernur Pramono, Selasa (6/10).

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pembenahan ini diharapkan menjadi contoh penerapan konsep transit-oriented development (TOD) yang sukses di Jakarta.

5 Aspek Utama Transformasi Blok M Fase Ultimate

Tingginya antusiasme masyarakat, yang mencapai sekitar 25 ribu pengunjung setiap hari di Blok M Hub, mendorong PT MRT Jakarta menghadirkan ruang interaksi yang lebih aman dan nyaman.

Baca Juga: Denny Indrayana Duga MK Bakal Beri Dissenting Opinion dalam Putusan Ijazah Gibran

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat memaparkan lima aspek utama yang menjadi fokus dalam proyek transformasi ini.

Pertama, revitalisasi terminal yang akan dijadikan lebih modern dan terintegrasi. Kedua, pengembangan mixed-use kawasan Blok M—Sisingamangaraja yang lebih accessible, inklusif, dan dinamis. Ketiga, integrasi dan interkoneksi antarmoda bagi pejalan kaki. 

Keempat, destinasi komersial baru yang dilengkapi dengan gerai retail, gaya hidup, food and beverages dan ke lima ruang terbuka publik yang lebih aman untuk berinteraksi.

Ia menambahkan, proyek ambisius ini bertujuan mewujudkan kawasan Blok M dan Sisingamangaraja sebagai pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dan layak huni.

Menariknya, pendanaan untuk proyek revitalisasi ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga: 3 Weton yang Bakal Panen Duit di Bulan Oktober 2026, Keberuntungan Bikin Semua Pintu Rezeki Terbuka

"Investasi revitalisasi Blok M Hub bersumber bukan dari APBD sehingga MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan, mengedepankan skema creative financing dan bekerja sama dengan berbagai mitra strategis," imbuh Tuhiyat.

Proses transformasi ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai dengan revitalisasi terminal dan Blok M Hub yang ditargetkan selesai pada 2029, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan gedung mixed-use pada tahun berikutnya.

Seluruh proyek ini berpedoman pada Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Blok M dan Sisingamangaraja.

EDITOR: Bintang Pradewo