← Beranda
Kopi Hitam vs Latte: Pilihan Bisa Ungkap Sifat Asli Anda!
Ryandi Zahdomo• Rabu, 30 September 2026 | 19.42 WIB
Petugas memilah biji kopi dari kebun kopi. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Pilihan racikan kopi yang diminum sehari-hari ternyata mencerminkan pola pikir, kecenderungan kontrol emosi, hingga cara seseorang berinteraksi secara sosial.

Riset psikologi terhadap 1.000 penikmat kopi mengungkapkan bahwa jenis seduhan favorit, mulai dari kopi hitam, latte, es kopi dingin, hingga kopi kustom, memiliki korelasi konsisten dengan tipe kepribadian dan kondisi genetik seseorang.

Rutinitas sederhana saat memesan kopi dapat memberikan wawasan mengenai karakter batin diri sendiri maupun orang-orang di sekitar. Setiap varian kopi menyimpan hubungan psikologis unik yang membentuk gaya hidup para penikmatnya.

Baca Juga: Sering Penat dan Kewalahan? Ini 6 Langkah Mengatasi Stres pada Wanita

Dikutip dari Your Tango, berikut empat klasifikasi kepribadian berdasarkan racikan kopi favorit menurut riset ahli psikologi:

1. Peminum Kopi Hitam: Sosok Efisien dan Berpikir Pragmatis

Penikmat kopi hitam murni tanpa pemanis atau susu diidentifikasi sebagai pribadi yang lugas, efisien, dan menyukai kesederhanaan. 

Psikolog klinis Dr. Ramani Durvasula menemukan bahwa kelompok ini umumnya memegang teguh nilai tradisional dan berorientasi pada tujuan, meski terkadang cenderung keras kepala.

Dari sisi genetika, riset Northwestern University menunjukkan bahwa penggemar kopi hitam dan cokelat pahit memproses kafein lebih cepat di dalam tubuh. 

Penulis studi, Marilyn Cornelis, menjelaskan bahwa percepatan metabolisme ini menyebabkan efek stimulasi kafein memudar lebih singkat.

Pudarnya efek kafein dengan cepat menjadi alasan mengapa pencinta kopi hitam terkadang mengalami perubahan suasana hati yang dinamis. Meskipun dapat terlihat agak pemarah saat efek kafein hilang, mereka tetap merupakan pribadi pragmatis yang fokus pada hasil akhir.

2. Penikmat Latte dan Cappuccino: Sosok Ramah yang Suka Menolong

Pemilih minuman berbahan dasar susu seperti latte dan cappuccino memiliki kecenderungan kepribadian yang hangat, murah hati, dan mudah bergaul. Studi Durvasula mencatat bahwa penggemar sajian creamy ini selalu siap membantu orang lain di lingkungan sosial maupun kerja.

Mereka sangat memedulikan kenyamanan lingkungan sekitar dan berupaya menjaga keharmonisan hubungan. Sosok penikmat latte kerap menjadi orang pertama yang menawarkan bantuan saat dibutuhkan.

Kendati demikian, sifat people pleaser ini berpotensi menjadi kendala bagi diri mereka sendiri. Penikmat latte sering kali memaksakan diri demi membantu sesama hingga mengabaikan kebutuhan emosional dan kenyamanan pribadinya.

Baca Juga: Tongtong Jadi Magnet Wisata, Bupati Sumenep Bidik Kunjungan Wisatawan Lebih Luas

3. Penggemar Es Kopi Dingin: Pribadi Spontan dan Penyuka Tantangan

Seseorang yang konsisten memilih kopi dingin diindikasikan sebagai pribadi yang berani, imajinatif, dan berjiwa muda. Kelompok ini menyukai hal-hal spontan, terbuka pada ide perjalanan mendadak, serta berani mengambil keputusan dengan cepat.

Meskipun sifat impulsif membuat keseharian mereka penuh warna, hal ini terkadang berisiko menghasilkan keputusan yang kurang bijak. 

Profesor epidemiologi dari University of Washington, Adam Drewnowski, mencermati bahwa tren es kopi modern dengan pemanis tambahan sering kali bergeser menjadi minuman penyegar manis berkalori tinggi.

Walaupun konsumsi gula berlebih perlu diwaspadai, preferensi pada es kopi tetap memperlihatkan sosok yang adaptif terhadap hal baru. Mereka menikmati momen saat ini dan tidak ragu mengekspresikan kebebasan diri.

4. Pemesan Kopi Kustom dan Bebas Kafein: Sosok Perfeksionis dan Disiplin

Pemesan kopi dengan preferensi sangat spesifik, seperti kopi decaf, penggunaan susu oat, hingga pengaturan tingkat busa, menunjukkan kepribadian yang cenderung perfeksionis. 

Dr. Durvasula menyebutkan bahwa kelompok ini menetapkan standar tinggi dalam detail kehidupan sehari-hari.

Sisi positifnya, penikmat kopi kustom ini tergolong sangat teratur, berdisiplin tinggi, serta memiliki kesadaran akan kesehatan yang baik. Mereka sangat teliti dalam memeriksa rincian pekerjaan guna meminimalkan kesalahan.

Namun, fokus berlebih pada detail kecil kerap membuat mereka dinilai kaku atau terkesan mengontrol dalam interaksi sosial. Keinginan agar segala sesuatu berjalan sempurna menjadi tantangan tersendiri ketika mereka harus menghadapi situasi yang dinamis.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan