← Beranda
PIN Polio Gunakan Imunisasi nOPV2, Ini Penjelasannya
Tazkia Royyan Hikmatiar• Selasa, 23 Juli 2024 | 20.19 WIB
kegiatan imunisasi Polio di sekolah (Sumber: Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaksanakan pemberian imunisasi tambahan untuk anak, salah satunya melalui PIN polio menggunakan vaksin polio tetes novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2).

Vaksin nOPV2 ini khusus digunakan untuk merespons KLB polio tipe 2 di Indonesia atas rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN), Komite Ahli Surveilans PD3I, WHO dan Unicef.
 
Perwakilan Komite Nasional PP-KIPI dr. Ellen Roostaty Sianipar menyampaikan, mengenai keamanan vaksin nOPV2 yang digunakan, para ahli telah melakukan pengkajian terkait Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), baik di tingkat nasional maupun di tingkat provinsi.
 
Baca Juga: Uji Coba Makan Bergizi Gratis dengan Menu Seharga Rp 14.900 di Bogor, Gibran: Anggaran Dipotong Sampai Rp 7.500 Itu Tidak Benar!
 
Berbagai penelitian menunjukkan vaksin nOPV2 aman dan dapat ditoleransi oleh golongan usia bayi dan anak.
 
“Data keamanan nOPV2 telah dikaji oleh Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) yang didapatkan dari 253 juta dosis nOPV2 dan telah diberikan di 13 negara. Hasilnya menyimpulkan tidak ada risiko berbahaya dari data yang ada,” ujar dr. Ellen kepada wartawan, Selasa (23/7).
 
dr. Ellen menjelaskan, KIPI nOPV2 di Indonesia menunjukkan setiap satu juta dosis imunisasi yang diberikan, keluhan atau gejala yang dilaporkan lebih rendah dibandingkan dengan data uji klinis. 
 
Baca Juga: Barito Putera Begitu Percaya Diri Menyambut Liga 1, Kehadiran Pemain Asing Penyebabnya?
 
Pada data uji klinis 1 dan 2 nOPV2 produksi biofarma, tidak ditemukan KIPI serius pada kelompok bayi dan anak. 
 
“Data keamanan vaksin nOPV2 di Indonesia serta berbagai penelitian menunjukkan imunisasi nOPV2 dapat membantu menghentikan penyebaran virus polio," tuturnya.
EDITOR: Banu Adikara