
ILUSTRASI: Demam Berdarah.
JawaPos.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan proporsi kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) paling banyak terjadi pada kelompok usia anak 5–14 tahun. Kondisi daya tahan tubuh yang masih berkembang disebut menjadi salah satu faktor penyebab tingginya risiko tersebut.
Ketua Satgas Imunisasi Anak IDAI, Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K) menjelaskan, DBD memiliki karakteristik yang unik karena perkembangan penyakitnya sering kali sulit diprediksi.
“Seorang anak dengan gejala awal DBD yang umum, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat terjadi perburukan yang cepat yaitu terjadi perdarahan hebat dan syok,” ujar Prof. Hartono kepada wartawan, Kamis (7/5).
Ia mengatakan, selain perdarahan dan syok, pasien anak juga berisiko mengalami komplikasi lain seperti kejang hingga penurunan kesadaran.
Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus dalam penanganan DBD. Berdasarkan data yang disampaikan IDAI, sekitar 75 persen kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun.
“Dengan proporsi kematian terbesar, yaitu sekitar 41 persen, terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun, yang dapat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang masih berkembang serta keterlambatan dalam mengenali gejala,” jelasnya.
Karena itu, Prof. Hartono menilai pencegahan DBD perlu dilakukan secara komprehensif, mulai dari pengendalian lingkungan melalui gerakan 3M Plus hingga perlindungan tambahan seperti imunisasi dengue.
Ia juga menyebut tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai pilihan pencegahan yang tersedia.
“Sejalan dengan persetujuan BPOM terbaru, imunisasi dengue direkomendasikan bagi anak-anak usia 4 hingga 18 tahun,” katanya.
Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia, IDAI juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan diri dari infeksi DBD.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022